Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan Nusa Tenggara Timur. Penyanyi jebolan ajang pencarian bakat Indonesian Idol, Petrus Yohannes Debrito Armando Jaga Kota atau yang akrab disapa Piche Kota, resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Belu, NTT.
Tak sendirian, Piche ditetapkan sebagai tersangka bersama dua orang rekannya berinisial RM dan RS. Kapolres Belu, AKBP I Gede Eka Putra Astawa, mengonfirmasi bahwa status hukum ketiganya telah dinaikkan setelah penyidik mengantongi bukti-bukti yang kuat.
“Benar, penyidik telah menetapkan tiga tersangka dalam perkara dugaan pemerkosaan atau pencabulan terhadap anak,” ujar Eka (21/2/2026). Polisi telah mengamankan bukti elektronik, dokumen, serta hasil visum et repertum korban sebagai dasar penetapan ini.
Kronologi Malam Kelam di Atambua
Tragedi ini bermula pada Minggu sore, 11 Januari 2026, di sebuah kamar hotel di Kota Atambua. Korban yang diketahui masih berstatus siswi SMA berinisial ACT (16), diduga diajak mengonsumsi minuman keras bersama para tersangka.
Dalam kondisi korban yang tidak sadar akibat pengaruh alkohol, tindakan asusila tersebut dilakukan. Kasus ini kemudian dilaporkan secara resmi pada 13 Januari 2026, yang segera ditindaklanjuti oleh kepolisian hingga naik ke tahap penyidikan pada 19 Januari.
Satu Tersangka Buron, Ancaman 15 Tahun Menanti
Dalam proses hukum yang berjalan, tersangka RM dilaporkan tidak kooperatif dan mangkir dari panggilan polisi tanpa alasan yang jelas. “Penyidik berencana melakukan penangkapan terhadap RM. Sementara RS dan PK (Piche Kota) akan dipanggil kembali untuk pemeriksaan lanjutan,” tambah AKBP Eka.
Atas perbuatannya, Piche Kota dan rekan-rekannya dijerat dengan Pasal berlapis:
-
UU Perlindungan Anak No. 17 Tahun 2016
-
Pasal 473 ayat (4) KUHP (sesuai UU No. 1 Tahun 2026)
-
Pasal 415 huruf b KUHP
Jika terbukti bersalah di pengadilan, Piche Kota menghadapi ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara, sebuah akhir yang kontras bagi sosok yang pernah menghiasi layar kaca nasional.