Aktivitas tektonik di wilayah Indonesia kembali menunjukkan dinamikanya. Pada Sabtu (21/2/2026), dua getaran signifikan tercatat oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengguncang dari ujung timur Papua hingga ke pinggiran ibu kota di Tangerang, Banten.
Guncangan Kuat M6,0 dari Tenggara Papua
Gempa terkuat terjadi pada siang hari pukul 13.18 WIB dengan kekuatan Magnitudo 6,0. Episentrum gempa terpantau berada jauh di tenggara Pegunungan Bintang, Papua, tepatnya di kedalaman 33 kilometer. Meski kekuatannya cukup besar, lokasinya yang berada sekitar 611 kilometer dari daratan utama membuat dampak guncangan yang dirasakan di pemukiman menjadi sangat terbatas.
BMKG menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat aktivitas seismik di wilayah paling timur Indonesia ini.
Tangerang Bergoyang di Malam Hari
Berselang beberapa jam, giliran warga Kabupaten Tangerang, Banten, yang dikejutkan oleh getaran gempa pada pukul 19.23 WIB. Gempa berkekuatan Magnitudo 4,6 ini berpusat di darat, sekitar 3 kilometer tenggara Kabupaten Tangerang.
Menariknya, meski berpusat di darat, gempa ini berada di kedalaman 160 kilometer (kategori gempa dalam). Kedalaman inilah yang menjadi faktor penyelamat, karena energi getaran yang merambat ke permukaan menjadi berkurang drastis sehingga tidak menimbulkan kerusakan fisik yang berarti.
Catatan Aktivitas Seismik Hari Ini
Sepanjang hari Sabtu, Indonesia yang berada di jalur Ring of Fire memang tampak cukup aktif. Selain dua gempa di atas, BMKG juga mencatat getaran kecil di beberapa wilayah lainnya:
-
Jayapura, Papua: M3,6 pada pagi hari.
-
Kulon Progo, Yogyakarta: M3,7 pada pukul 18.44 WIB.
Aktivitas beruntun ini mengingatkan kembali pada gempa M6,4 di Pacitan awal Februari lalu yang sempat menimbulkan luka-luka dan kerusakan bangunan. BMKG kembali menghimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak termakan isu hoaks yang tidak berdasar, dan selalu memantau informasi resmi melalui aplikasi daring atau akun media sosial BMKG.