Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya angkat bicara untuk meluruskan kabar simpang siur mengenai pembagian program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada waktu sahur. Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang, secara tegas membantah rumor tersebut dan menyatakan tidak ada distribusi makanan di dini hari.
Berdasarkan Surat Edaran Kepala BGN Nomor 3 Tahun 2026, selama bulan suci Ramadan, distribusi MBG tidak dilakukan setiap hari. Program ini akan berjalan secara terbatas guna menyesuaikan dengan ibadah puasa para penerima manfaat.
“MBG selama Ramadan hanya didistribusikan pada hari Senin dan Kamis. Jam layanannya pun tetap pada pagi hari, yaitu pukul 08.00–09.00 WIB dan 11.00–12.00 WIB. Jadi, tidak ada pembagian saat sahur,” tegas Nanik dalam keterangan resminya, Minggu (22/2/2026).
Mekanisme Distribusi untuk Berbuka
Meskipun dibagikan pada pagi dan siang hari, peruntukan makanan tersebut adalah untuk berbuka puasa. Berikut skema distribusinya:
-
Sekolah Umum: Makanan diberikan dalam bentuk paket kemasan sehat untuk dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka.
-
Sekolah Berasrama/Pesantren: Pengolahan makanan dilakukan siang hari dan disajikan segar tepat saat waktu berbuka puasa, berkoordinasi dengan pihak satuan pendidikan.
-
Titik Serah Terima: Pengambilan bisa dilakukan langsung di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau melalui pengantaran terjadwal.
Kembali Beroperasi 23 Februari
Setelah sempat jeda pada awal Ramadan (18–22 Februari), distribusi MBG dipastikan akan kembali bergulir mulai Senin, 23 Februari 2026. Nanik menekankan bahwa setiap paket makanan yang diproduksi oleh SPPG tetap wajib memenuhi standar gizi seimbang dan keamanan pangan yang ketat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh konten menyesatkan di media sosial. Selalu rujuk informasi resmi agar tidak terjadi salah paham,” pungkas Nanik.