Apa yang seharusnya menjadi aksi teatrikal kembalinya Yuki Tsunoda ke kokpit Formula 1 justru berubah menjadi momen mencekam. Pembalap Jepang tersebut terpaksa melakukan evakuasi darurat setelah mobil Red Bull RB7 yang dikendarainya meledak dalam kobaran api dan asap tebal di tengah kerumunan penonton San Francisco, Sabtu waktu setempat.
Insiden bermula saat Tsunoda—yang kini menjabat sebagai pembalap cadangan Red Bull musim 2026—sedang memamerkan keganasan mesin V8 Renault 2011 di sepanjang Marina Boulevard. Sebagai bagian dari Red Bull Showrun yang dipersembahkan oleh Ford, Tsunoda menghibur ribuan pasang mata dengan serangkaian aksi donut (berputar di tempat).
Nahas, saat ia menghentikan mobilnya, bagian belakang jet darat legendaris tersebut mendadak mengeluarkan lidah api dan asap putih pekat.
Rekaman amatir menangkap momen histeris saat penonton berteriak, “Keluar! Keluar!”. Dengan ketenangan luar biasa, Tsunoda melepas sabuk pengaman, berdiri di kokpit, dan sempat menoleh menilai api sebelum akhirnya melompat menjauh.
Penyebab Terkuak: Knalpot Terlalu “Haus” Aspal
Juru bicara Red Bull segera mengklarifikasi bahwa insiden ini murni kegagalan mekanis, bukan kesalahan driver. “Setelah sesi demo yang intens, sistem knalpot mengalami overheating (panas berlebih) saat Yuki melakukan burnout. Ini menyebabkan bagian belakang mobil terbakar,” jelas mereka. Beruntung, marshal dengan sigap memadamkan api dan tidak ada cedera yang dilaporkan.
Ironisnya, mobil RB7 rancangan Adrian Newey ini seolah memiliki “tradisi” terbakar. Sasis yang membawa Sebastian Vettel juara dunia 2011 ini pernah mengalami insiden serupa di Rusia pada 2014.
Bagi Tsunoda sendiri, ini adalah kali kedua ia harus lari dari mobil showrun yang terbakar setelah insiden di Taiwan tahun 2024 lalu.
Hari Penuh Drama bagi Red Bull
San Francisco seolah menjadi arena yang tidak bersahabat bagi tim Banteng Merah hari itu. Sebelum drama api Tsunoda, mantan pembalap F1 Scott Speed yang mengendarai mobil Visa Cash App RB juga mengalami kecelakaan. Ia menabrak pembatas jalan hingga merusak sayap depan mobilnya dan terpaksa menyudahi aksi lebih awal.
Meskipun diwarnai kecelakaan dan api, antusiasme penggemar tidak surut. Mereka tetap menyoraki nama Tsunoda sebagai bentuk dukungan bagi sang pembalap yang baru pertama kali kembali menginjakkan kaki di kokpit F1 sejak posisinya digantikan oleh Isack Hadjar untuk musim 2026.