Pelarian pria berinisial A (38) berakhir dramatis. Spesialis penipuan dengan modus paket Cash on Delivery (COD) ini tak berkutik saat tim gabungan Resmob Polda Sulsel dan Resmob Polres Gowa mengepung persembunyiannya di Jalan Toddopuli, Makassar, Jumat (20/2).
Dengan tangan terikat ke belakang dan wajah memelas, pria berbaju hitam ini hanya bisa pasrah saat polisi menggeledah kamarnya untuk mencari ponsel yang menjadi alat utama aksi kejahatannya.
Modus “Telepon Hantu” yang Meyakinkan
Aksi A tergolong licin dan sangat terencana. Ia menyasar tempat usaha yang dijaga oleh karyawan, seperti laundry atau gerai BRI Link. Modusnya? Ia datang membawa paket dan berpura-pura sedang menelepon pemilik usaha (bos) di depan karyawan tersebut.
“Pelaku seakan-akan sedang berbicara dengan pemilik toko, meyakinkan pegawai bahwa paket tersebut adalah pesanan sang bos yang harus segera dibayar di tempat,” ujar Panit Resmob Polda Sulsel, Iptu Dendi Eriyan.
Karyawan yang terkecoh oleh sandiwara tersebut kemudian menyerahkan uang tunai mulai dari Rp1,4 juta hingga Rp1,5 juta demi melunasi paket yang sebenarnya fiktif tersebut.
Terekam CCTV dan Menipu di 8 Lokasi
Aksi terakhir A terekam jelas oleh kamera CCTV di sebuah laundry di Perumahan Citra Garden, Gowa. Mengenakan helm putih, ia tampak tenang saat menjalankan perannya. Namun, rekaman inilah yang menjadi kunci bagi polisi untuk melacak jejaknya.
Hasil interogasi mengungkap fakta mengejutkan: A ternyata adalah “pemain lama” yang sudah beraksi sejak tahun 2024. Polisi berhasil memetakan sedikitnya 8 tempat kejadian perkara (TKP) yang tersebar di wilayah Gowa, Makassar, hingga Maros.
Barang Bukti dan Penahanan
Selain membekuk pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti penting, di antaranya:
-
Helm putih yang digunakan saat beraksi.
-
Sepeda motor dan pakaian pelaku.
-
Sisa uang hasil penipuan.
-
Rekaman CCTV dari berbagai lokasi.
Kini, si “Raja Paket Fiktif” ini harus mendekam di Mapolres Gowa untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisi mengimbau para pemilik usaha dan karyawan untuk lebih waspada dan selalu melakukan konfirmasi langsung kepada pemilik sebelum menyerahkan uang tunai kepada kurir mana pun.