JAKARTA – Perusahaan kecerdasan buatan (AI) asal Amerika Serikat, Anthropic, menuduh tiga laboratorium AI ternama dari China mencuri kemampuan model Claude melalui praktik ilegal pelatihan tiruan atau distillation, memicu kekhawatiran tentang keamanan nasional.
Anthropic menyebut DeepSeek, MiniMax, dan Moonshot AI telah membuat lebih dari 24 ribu akun palsu untuk berinteraksi hingga 16 juta kali dengan sistem Claude demi menyerap teknologinya.
Seperti dilansir CNN, metode distillation sejatinya lazim di industri AI, tetapi penggunaan terhadap model berizin terbatas tanpa izin resmi dianggap pelanggaran serius oleh perusahaan seperti Anthropic maupun OpenAI.
Kasus ini muncul hanya beberapa minggu setelah OpenAI lebih dulu menuding DeepSeek dan sejumlah pengembang AI di China menyalin kemampuan ChatGPT lewat cara serupa selama setahun terakhir.
Kemunculan DeepSeek yang mendadak menyaingi pemain besar seperti ChatGPT dengan sumber daya komputasi lebih kecil sempat mengguncang keyakinan industri tentang kebutuhan daya besar untuk melatih model canggih.
Anthropic memperingatkan bahwa model hasil curian semacam itu berpotensi beroperasi tanpa sistem pengaman, sehingga bisa disalahgunakan untuk serangan siber, penyebaran disinformasi, atau bahkan pengembangan senjata biologis.
Menurut Anthropic, praktik ini memperlihatkan pentingnya kontrol ekspor teknologi tinggi AS untuk menahan penyebaran AI mutakhir ke negara-negara yang dinilai berisiko tinggi secara geopolitik.
Ketiga perusahaan yang disebut — DeepSeek, MiniMax, dan Moonshot AI dengan model populernya bernama Kimi — kini dijuluki “Macan AI” China dan menempati jajaran 15 besar dalam daftar peringkat global Artificial Analysis.
Anthropic menegaskan bahwa keberhasilan mereka bukan murni hasil inovasi, melainkan bergantung pada kemampuan yang diekstraksi dari model Amerika serta akses pada chip canggih yang masih dikendalikan oleh AS.***