JAKARTA – Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, melakukan kunjungan kerja khusus ke Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 892 di kawasan Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) TNI Angkatan Darat, Baturaja, Sumatera Selatan. Kehadiran Menhan menjadi penegasan komitmen pembinaan prajurit muda, sekaligus penguatan peran satuan tersebut dalam menjaga kedaulatan dan membangun kedekatan dengan masyarakat.
Di hadapan prajurit, Sjafrie menekankan kebanggaan sebagai bagian dari satu-satunya Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan yang berada di lingkungan pusat latihan tempur strategis TNI AD.
“Para prajurit yang saya banggakan, hari ini saya sengaja datang kemari, karena satu-satunya Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan yang berada di lingkungan Pusat Latihan Tempur TNI Angkatan Darat di Baturaja, kalian harus bangga,” kata Sjafrie saat memberikan arahan.
Ia menyoroti potensi besar Puslatpur Baturaja yang tengah diproyeksikan berkembang menjadi pusat latihan tempur berskala regional hingga global melalui kerja sama dengan negara-negara besar. Menurutnya, prajurit Yonif TP 892 akan berada di lingkungan strategis yang memiliki nilai penting dalam diplomasi pertahanan.
“Jadi kamu harus bangga, bahwa kamu nanti adalah salah satu yang akan berada di lingkungan pusat latihan tempur yang akan berkembang menjadi pusat latihan tempur skala dunia,” tambahnya.
Dalam arahannya, Menhan menegaskan dua pilar utama yang harus dipegang prajurit, yakni disiplin tinggi dan kedekatan dengan rakyat. Ia mengingatkan bahwa kawasan latihan tersebut telah eksis jauh sebelum para prajurit lahir. Karena itu, keberadaan batalyon harus memberi rasa aman dan manfaat bagi warga sekitar.
“Yang pertama saya minta kalian disiplin. Kamu harus disiplin sebagai prajurit. Tapi kamu juga jangan sakiti rakyat, Saya tidak mau rakyat yang ada di sekitar sini itu kecewa karena ada batalyon. Saya tidak mau. Tapi saya mau rakyat ini senang dan cinta kalau ada Batalyon 892,” tegas Sjafrie.
Selain karakter dan sikap, kemampuan tempur dasar infanteri juga menjadi sorotan. Sjafrie meminta prajurit terus mengasah keterampilan menembak, mencari, menemukan, dan menghancurkan musuh. Tantangan ke depan, kata dia, akan semakin kompleks, termasuk kemungkinan berlatih bersama prajurit asing.
“Prajurit Batalyon Infanteri itu harus mahir menembak, mahir mencari, mahir menemukan, dan mahir menghancurkan musuh. Ini tantangan, Kamu harus siap. Karena kamu sudah menyatakan sanggup rela berkorban untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.
Menhan juga mengingatkan pentingnya soliditas tanpa memandang latar belakang suku dan agama. Ia menegaskan bahwa seluruh prajurit adalah bagian dari Tentara Nasional Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
“Di sini tidak ada prajurit yang berasal dari agama mana, dari suku mana. Semua adalah prajurit Tentara Nasional Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Tahun 1945,” imbuhnya.
Di tengah suasana bulan puasa, Sjafrie mengapresiasi semangat prajurit yang tetap tinggi. Ia juga mengingatkan agar markas baru yang dibangun dengan dukungan rakyat dijaga dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, prajurit harus membalas dukungan tersebut dengan menciptakan rasa aman dan membantu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, termasuk melalui patroli bersama warga untuk mencegah tindak kriminalitas seperti begal.
“Kamu harus balas jasa kepada rakyat, Kamu harus perbaiki situasi yang ada di sekeliling sini. Tidak boleh ada begal-begal. Saya sudah kasih tahu Danyon, bikin patroli bersama rakyat. Supaya ekonomi bisa terus berkembang,” pesan Sjafrie.
Sementara itu, Komandan Batalyon Yonif TP 892, Mayor Inf Ranji, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian Menhan terhadap satuannya. “Izin, Bapak Menhan. Kami keluarga besar Unit TP 892 dan kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kunjungan kerja ke Batalyon Infanteri yang kami cintai ini, Kemudian kami ucapkan terima kasih juga atas dukungan sarana olahraga yang diberikan kepada kami serta dukungan anggaran dana yang diberikan untuk perbaikan satuan ataupun untuk operasional satuan kami,” pungkas Ranji.
Kunjungan tersebut turut dihadiri Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen Muhammad Saleh, Kepala Badan Logistik Pertahanan Marsekal Madya Yusuf Jauhari, serta para pejabat Mabes TNI dan Mabes TNI AD.