JAKARTA – Mudik Lebaran 2026 dari Jawa ke Sumatra dipastikan mendapat penguatan armada besar-besaran setelah pemerintah menyiapkan total 81 kapal di tiga pelabuhan utama Provinsi Banten.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan arus penumpang dan kendaraan pada musim Angkutan Lebaran 2026, khususnya di lintasan tersibuk Merak–Bakauheni.
Fokus utama pemerintah adalah menjamin kelancaran, keselamatan, dan kapasitas angkut maksimal bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatra maupun sebaliknya.
81 Kapal Disiagakan di Tiga Pelabuhan Strategis
Sebanyak 81 kapal akan dioperasikan di Pelabuhan Merak, Pelabuhan Ciwandan, dan Pelabuhan Bandar Bakau Jaya selama periode arus mudik Lebaran 2026.
Armada tersebut telah melalui proses ramp check untuk memastikan kelayakan teknis dan keselamatan pelayaran sebelum dioperasikan secara penuh.
Direktur Lalu Lintas Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Rudi Irawan, menegaskan kesiapan armada tersebut.
“Saat ini 81 kapal disiapkan, di mana untuk Pelabuhan Merak; 57 kapal. Di mana ramp check untuk memastikan kelayakan kapal telah dilakukan,” ujar Direktur Lalu Lintas Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Rudi Irawan, Kamis (26/2/2026).
Di Pelabuhan Merak sendiri, 57 kapal menjadi tulang punggung layanan penyeberangan penumpang dan kendaraan berbagai golongan menuju Bakauheni, Lampung.
Sementara itu, Pelabuhan Ciwandan menyiapkan 12 kapal yang difokuskan untuk sepeda motor serta kendaraan golongan 5B dan 6B guna mengurai kepadatan di Merak.
Untuk memperkuat skenario antisipasi lonjakan puncak arus mudik, satu kapal cadangan juga disiagakan.
“Untuk mengangkut saudara-saudara kita yang menuju ke Lampung melalui Wika Beton dan juga di Pelabuhan PT SMA (Sumur Makmur Abadi, Red),” kata dia.
BBJ Bojonegara Tambah Armada Angkutan Barang
Pelabuhan Bandar Bakau Jaya di Bojonegara, Kabupaten Serang, turut diperkuat guna melayani kendaraan logistik golongan 7, 8, dan 9.
Jumlah kapal di pelabuhan ini meningkat signifikan dari enam menjadi 14 unit untuk memastikan distribusi barang tetap berjalan tanpa mengganggu arus kendaraan penumpang.
“Ada tambahan empat kapal yang saat ini bergerak dari wilayah Samarinda menuju ke Banten dan juga empat kapal tambahan. Jadi total ada 14 kapal,” ucapnya.
Selain tiga pelabuhan utama tersebut, pemerintah juga menyiapkan Pelabuhan Krakatau Bandar Samudera sebagai pelabuhan alternatif bila terjadi kepadatan ekstrem.
Dua kapal milik Atosim Lampung Pelayaran disiapkan untuk membantu pergerakan penumpang jika seluruh dermaga utama mencapai kapasitas maksimal.
“Saat ini pemerintah berkoordinasi secara ketat dan cepat. Memastikan keterangkutan kapasitas muatan kapal yang dibutuhkan dari saudara-saudara kita yang ingin mudik,” ujar Rudy.
Kebijakan Single Ticketing dan Bus Listrik
Dari sisi operator, PT ASDP Indonesia Ferry kembali menerapkan kebijakan single ticketing guna menyederhanakan sistem layanan tiket.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, memastikan seluruh tiket penyeberangan selama periode tertentu akan menjadi tiket reguler tanpa kelas eksekutif.
“Kebijakan ini berlaku di Merak pada 20 sampai 23 Maret, dan di Bakauheni pada 23 sampai 29 Maret. Seluruh tiket akan menjadi reguler,” kata dia.
Selain itu, ASDP menghadirkan layanan bus listrik di Terminal Terpadu Merak untuk mengantar penumpang dari area terminal menuju dermaga keberangkatan secara lebih cepat dan ramah lingkungan.
Kebijakan terpadu ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memastikan arus mudik Lebaran 2026 di lintasan Jawa–Sumatra berlangsung aman, tertib, dan lancar meski diprediksi terjadi peningkatan signifikan jumlah pemudik.***