JAKARTA – Rusia mengejek citra Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sebagai “pembawa perdamaian” setelah serangan terhadap Iran. Mantan Presiden Dmitry Medvedev menyebut pembicaraan Trump dengan Teheran hanyalah kedok belaka.
“Penjaga perdamaian itu berulah lagi. Perundingan dengan Iran hanyalah kedok. Semua orang tahu itu. Jadi siapa yang lebih sabar menunggu akhir menyedihkan musuh sekarang? AS baru berusia 249 tahun. Kekaisaran Persia didirikan lebih dari 2500 tahun yang lalu. Mari kita lihat apa yang terjadi dalam 100 tahun atau lebih…” tulis Medvedev lewat akun X @MedvedevRussiaE, yang dikutip Sabtu (28/2/2026).
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah Amerika Serikat melancarkan serangan ke Iran, yang memicu respons keras dari berbagai pihak internasional.