JAKARTA – Iran mengonfirmasi serangan balasan terhadap pangkalan-pangkalan Amerika Serika di sejumlah negara Arab, termasuk Bahrain, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, hingga Arab Saudi. Aksi ini dilakukan setelah serangan gabungan besar-besaran AS dan Israel terhadap Iran, yang memicu kekhawatiran eskalasi konflik regional.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan seluruh target militer Israel dan AS di kawasan telah dihantam “oleh serangan dahsyat rudal Iran”. “Operasi ini akan terus berlanjut tanpa henti sampai musuh dikalahkan secara telak,” tegas pernyataan tersebut, dilansir dari Al-Jazeera, Minggu (1/3/2026).
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Hamid Ghanbari, menegaskan kepada Al Jazeera bahwa negaranya berhak membela diri, meski menyesalkan kerugian kemanusiaan akibat eskalasi militer. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dalam surat kepada Dewan Keamanan PBB menekankan Iran akan “terus menggunakan hak membela diri secara tegas dan tanpa ragu-ragu sampai agresi tersebut berhenti sepenuhnya dan tanpa keraguan”.
Dampak Serangan Regional
- Uni Emirat Arab: Satu orang tewas di Abu Dhabi, sementara kebakaran terjadi di Palm Islands Dubai yang melukai empat orang.
- Bahrain: Rudal menargetkan markas Armada ke-5 Angkatan Laut AS di Manama. Pemerintah menyebutnya sebagai “serangan pengkhianatan”. Rekaman menunjukkan drone Shahed Iran menabrak gedung bertingkat dekat lokasi.
- Kuwait: Pangkalan Udara Ali al-Salem diserang rudal balistik, namun berhasil dicegat. Sebuah drone menargetkan Bandara Internasional Kuwait, melukai sejumlah karyawan.
- Qatar: Radar peringatan dini di utara Qatar menjadi sasaran rudal. Semua rudal berhasil dicegat, tanpa korban jiwa.
- Arab Saudi: Riyadh dan wilayah timur kerajaan diserang, namun berhasil dipukul mundur. Pemerintah menegaskan serangan tidak dapat dibenarkan.
- Irak: Bandara Erbil di wilayah Kurdi menjadi target drone, namun berhasil dicegat. Serangan lain menghantam markas Kataib Hezbollah di Baghdad dan pangkalan Jurf al-Nasr, menewaskan dua orang.
Imbas Transportasi
Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Uni Emirat Arab menutup sementara wilayah udara mereka. Kapal-kapal di Teluk juga menerima peringatan penutupan Selat Hormuz, jalur vital ekspor minyak dunia.