JAKARTA – Serangan balasan Iran terhadap aset Amerika Serikat di kawasan Teluk berlanjut untuk hari kedua, Minggu (1/3/2026), memicu kekhawatiran akan meluasnyab konflik regional.
Dilansi Al-Jazeera, ledakan terdengar di Dubai, Uni Emirat Arab; Manama, Bahrain; dan Doha, Qatar. Para saksi di Doha melaporkan suara dentuman keras disertai asap hitam tebal di selatan kota. Di Dubai, kepulan asap putih dari pencegatan rudal terlihat di langit, sementara asap hitam membubung di atas pelabuhan Jebel Ali. Di Manama, saksi mata melaporkan setidaknya empat ledakan keras, meski belum ada laporan korban.
Serangan ini menyusul aksi Iran sehari sebelumnya yang menargetkan pangkalan militer AS dan aset lain di seluruh Teluk, kecuali Oman yang berperan sebagai mediator dalam perundingan nuklir. Negara-negara Teluk kaya minyak dan gas diketahui menampung ribuan pasukan AS.
Kementerian Pertahanan UEA sebelumnya menyebut Iran menembakkan 137 rudal dan 209 drone ke wilayahnya, dengan sebagian besar berhasil dicegat. Namun, serangan itu tetap menimbulkan kerusakan, termasuk di landmark Dubai seperti Palm Jumeirah dan Burj al-Arab.