JAKARTA – Grand Prix MotoGP Thailand di Buriram menjadi sinyal buruk bagi Ducati. Tak satu pun pembalap mereka finis di lima besar, dengan Francesco “Pecco” Bagnaia hanya mampu bertahan di posisi kesembilan.
Tes pramusim sempat membangkitkan harapan kebangkitan Bagnaia, namun tren positif itu pupus sejak sesi kualifikasi Jumat. Dalam sprint race, ia finis kesembilan setelah start dari posisi ke-13. Hasil serupa kembali diraih pada balapan utama Minggu, meski sebagian besar posisinya didapat di awal lomba.
“Kecuali sesi latihan bebas pertama, saya tidak memiliki satu pun sesi akhir pekan ini di mana saya merasa nyaman. Saya mampu mendorong lebih keras lagi selama tes di Buriram,” kata Bagnaia.
Ducati secara keseluruhan kesulitan. Fabio Di Giannantonio menjadi yang terbaik dengan finis keenam, sementara Marc dan Alex Marquez gagal menyelesaikan balapan. Dominasi justru datang dari Aprilia dan KTM lewat Pedro Acosta. “Kami bukan yang tercepat lagi! Yang lain telah meningkat, sementara kami malah memburuk,” tegas Bagnaia, dilansir dari Speedweek, Minggu (1/3/2026).
Masalah utama Ducati adalah pengelolaan ban. Bagnaia mengaku harus berhati-hati sepanjang balapan, bahkan sempat mengalami selip roda belakang di gigi kelima dengan delapan lap tersisa. Ia kehilangan posisi kesembilan kepada Ai Ogura, sebelum akhirnya kembali naik karena mundurnya dua bersaudara Marquez. Franco Morbidelli, rekan setimnya di Audi, justru mampu melesat dari posisi ke-19 ke urutan kedelapan.
Meski hasilnya mengecewakan, Bagnaia tetap berusaha optimistis. “Hasil ini tidak membuat saya khawatir, meskipun bukan posisi yang saya harapkan. Mengingat bagaimana musim lalu berakhir bagi saya, saya harus memulai dari awal dan membangun kembali kepercayaan diri saya,” ujarnya.
Klasemen sementara pun mengejutkan: pembalap Ducati Lenovo hanya menempati posisi ke-8 (Marquez) dan ke-10 (Bagnaia) setelah dua seri awal.