Kabar kurang sedap menyapa para pengendara di awal bulan ini. Per 1 Maret 2026, gelombang penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terjadi secara serentak di seluruh SPBU tanah air. Baik badan usaha milik negara (Pertamina) maupun operator swasta seperti Shell, BP, dan Vivo, kompak menaikkan harga produk nonsubsidi mereka.
Kenaikan ini dipicu oleh tren pasar global dan tensi geopolitik di Timur Tengah yang kian memanas pasca-insiden besar di Iran. Bagi masyarakat, pengecekan harga terbaru menjadi krusial sebelum memacu kendaraan ke pengisian bahan bakar terdekat.
1. Daftar Harga BBM Pertamina (Wilayah Pulau Jawa)
Pertamina menyesuaikan lini bensin dan diesel nonsubsidi. Kabar baiknya, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar masih dipatok stabil.
-
Pertalite (RON 90): Rp10.000 (Tetap)
-
Biosolar (CN 48): Rp6.800 (Tetap)
-
Pertamax (RON 92): Rp12.300 (Naik dari Rp11.800)
-
Pertamax Turbo (RON 98): Rp13.100 (Naik dari Rp12.700)
-
Pertamax Green 95 (RON 95): Rp12.900 (Naik dari Rp12.450)
-
Dexlite (CN 51): Rp14.200 (Naik dari Rp13.250)
-
Pertamina Dex (CN 53): Rp14.500 (Naik dari Rp13.500)
2. Update Harga BBM Swasta (Jabodetabek)
Operator swasta juga melakukan koreksi harga dengan kenaikan berkisar antara Rp340 hingga lebih dari Rp1.000 per liter. Berikut adalah daftar harga per liternya:
A. Shell Indonesia
-
Shell Super (RON 92): Rp12.390 (Naik dari Rp12.050)
-
Shell V-Power Diesel (CN 51): Rp14.620 (Naik dari Rp13.600)
-
Catatan: Produk Shell V-Power (RON 95) dan V-Power Nitro+ (RON 98) dilaporkan kosong di banyak titik.
B. BP-AKR
-
BP 92 (RON 92): Rp12.390 (Naik dari Rp12.050)
-
BP Ultimate (RON 95): Rp12.920 (Naik dari Rp12.500)
-
BP Ultimate Diesel (CN 53): Rp14.620 (Naik dari Rp13.600)
C. Vivo Energy Indonesia
-
Revvo 92 (RON 92): Rp12.390 (Naik dari Rp12.050)
-
Revvo 95 (RON 95): Rp12.920 (Naik dari Rp12.500)
-
Diesel Primus Plus (CN 51): Rp14.620 (Naik dari Rp13.600)
Analisis Singkat: Mengapa Naik?
Kenaikan ini tidak lepas dari bayang-bayang konflik AS-Israel vs Iran yang mengancam jalur distribusi minyak dunia, terutama di Selat Hormuz. Pengamat energi memperingatkan bahwa jika situasi di Timur Tengah terus memburuk, tekanan terhadap APBN dan harga BBM di tingkat retail kemungkinan besar akan berlanjut di bulan-bulan mendatang.
Mengingat selisih harga yang kini semakin kompetitif antar operator, masyarakat diimbau untuk lebih cermat dalam mengatur pengeluaran bahan bakar harian.