Jangan pernah menilai buku dari sampulnya, apalagi di jalanan Dubai. Kepolisian Dubai baru saja mengamankan seorang pengemis yang kedapatan membawa uang tunai sebesar 20.000 dirham atau setara Rp90 juta. Nominal fantastis ini ditemukan dalam operasi khusus pemberantasan praktik mengemis ilegal yang tengah digencarkan otoritas setempat.
Pelaku diringkus oleh tim Departemen Orang Mencurigakan dan Fenomena Kriminal di sebuah area parkir umum. Penangkapan ini menjadi bagian dari kampanye besar-besaran bertajuk “Combating Begging” untuk menjaga citra kota sekaligus memberantas modus penipuan terorganisir.
Incar Pemilik Supercar dengan “Script” Palsu
Direktur Departemen terkait, Brigadir Ali Salem Al Shamsi, mengungkapkan bahwa tersangka memiliki strategi yang sangat spesifik. Ia sengaja menyasar pemilik kendaraan mewah di area parkir dan lampu lalu lintas.
Modusnya klasik namun mematikan: menggunakan cerita palsu tentang kemiskinan ekstrem dan kelaparan yang akut demi membangkitkan rasa iba para pengendara kaya.
“Pengemis sering kali memerankan kisah yang dibuat-buat dan menggunakan berbagai trik psikologis untuk memeras simpati publik,” ujar Brigadir Al Shamsi, Senin (2/3/2026).
Penyakit Sosial di Balik Kemegahan Kota
Praktik mengemis di Uni Emirat Arab (UEA) bukan sekadar masalah moral, melainkan tindak pidana serius. Menjelang bulan Ramadan, patroli kepolisian ditingkatkan karena biasanya fenomena ini semakin marak.
Bagi mereka yang nekat, hukum federal UEA menyiapkan sanksi yang tidak main-main. Dalam kasus-kasus berat, pelaku bisa dijatuhi denda hingga 100.000 dirham atau sekitar Rp450 juta. Otoritas menekankan bahwa bantuan sosial seharusnya disalurkan melalui lembaga amal resmi, bukan diberikan langsung di jalanan yang berisiko mendukung sindikat kriminal.
Kepolisian Dubai mengimbau masyarakat untuk lebih cerdas dalam menyalurkan kebaikan hati. Warga diminta tidak memberikan uang kepada pengemis dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan melalui aplikasi pintar Dubai Police pada fitur “Police Eye” atau menghubungi pusat layanan 901.
“Kami akan terus berpatroli untuk memberantas penyakit sosial yang mengeksploitasi kemurahan hati masyarakat ini,” tegas Al Shamsi.