Penyelenggara Grand Prix Australia menegaskan bahwa seri pembuka musim F1 2026 tidak akan mengalami kendala berarti, meskipun saat ini terjadi kekacauan perjalanan di Timur Tengah akibat konflik Iran.
Pasca-serangan gabungan AS-Israel ke Iran dalam beberapa hari terakhir, bandara-bandara di seluruh Timur Tengah telah menghentikan operasional penerbangan seiring ditutupnya ruang udara secara massal.
Gangguan ini berdampak besar pada mobilitas global mengingat banyak bandara di Timur Tengah merupakan pusat penghubung (hub) internasional. Efeknya sudah merambah ke dunia balap; ratusan personel F1 dan anggota paddock mendapati penerbangan asli mereka ke Melbourne dibatalkan. Hal serupa terjadi pada kru MotoGP di Thailand yang kesulitan pulang setelah balapan akhir pekan lalu.
Pesawat Carter Dikerahkan untuk Angkut Personel ke Melbourne
Situasi tegang di Timur Tengah juga memaksa pembatalan tes ban basah Pirelli pada akhir pekan kemarin. Mengingat balapan di Bahrain dan Arab Saudi baru akan berlangsung bulan depan, pihak F1 merilis pernyataan resmi:
“Tiga balapan berikutnya berlangsung di Australia, Cina, dan Jepang, bukan di Timur Tengah—dan balapan tersebut masih beberapa minggu lagi. Seperti biasa, kami terus memantau situasi ini dan bekerja sama erat dengan otoritas terkait.”
Menurut bos GP Australia, Travis Auld, pihak F1 telah mengorganisir pesawat carter khusus untuk mengangkut sekitar 500 personel paddock menuju Melbourne. Dengan langkah ini, ia optimistis balapan akan berjalan sesuai rencana.
“Pembalap, insinyur, dan kepala tim akan berada di sini. Merekalah yang diprioritaskan,” ujar Auld kepada media lokal Channel Nine.
“Jadi, kita tidak akan melihat pembalap kejutan di balik helm nanti. Tentu saja keadaan berubah menjelang balapan, tapi ini adalah ajang besar. Selalu ada hal yang menuntut kita untuk sigap mengubah rencana, dan tim kami sudah terbiasa melakukan itu.”
Ia menambahkan: “Seluruh kargo logistik sudah tiba di sini dan siap digunakan. Kami berada dalam posisi yang sangat yakin bahwa tidak akan ada dampak pada jalannya balapan.”
Bayang-Bayang Pembatalan Masa Lalu
Ini bukan pertama kalinya GP Australia menghadapi ketidakpastian akibat krisis dunia. Pada tahun 2020, balapan sempat dijadwalkan tetap berjalan meski pandemi COVID-19 mulai melumpuhkan dunia. Namun, balapan akhirnya dibatalkan secara mendadak setelah tim McLaren terpaksa dikarantina akibat satu anggotanya positif virus tersebut.
Selain F1, ajang balap lain seperti FIA World Endurance Championship (WEC) yang dijadwalkan balapan di Qatar akhir bulan ini, juga menyatakan terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah secara intensif.