JAKARTA – Ribuan warga Iran membanjiri alun-alun pusat kota Minab untuk menghadiri pemakaman massal 165 korban yang tewas dalam serangan berdarah di sebuah sekolah perempuan.
Upacara yang digelar pada Senin itu menampilkan suasana duka bercampur kemarahan, di mana warga membawa foto para korban, sebagian besar di antaranya adalah pelajar muda.
Televisi pemerintah Iran menyiarkan secara langsung momen ketika kerumunan padat memenuhi alun-alun, menunjukkan betapa besar gelombang simpati publik terhadap keluarga korban.
Dari panggung utama, seorang wanita yang mengaku sebagai ibu dari “Atena” mengangkat gambar yang memperlihatkan potret para korban sambil menyebutnya sebagai “dokumen kejahatan Amerika.”

Kerumunan massa kemudian meneriakkan slogan “Death to America,” “Death to Israel,” dan “No surrender,” sebagai bentuk protes terhadap dugaan campur tangan asing dalam tragedi itu.
Sementara itu, seorang juru bicara militer Israel pada Minggu menyatakan bahwa pihaknya tidak mengetahui adanya serangan udara Israel maupun Amerika Serikat di wilayah tersebut.
Insiden di Minab memicu gelombang solidaritas dan memperdalam ketegangan politik di kawasan, di tengah meningkatnya ketidakstabilan keamanan di Timur Tengah dalam beberapa bulan terakhir.
Otoritas Iran belum mengungkapkan secara resmi pelaku di balik serangan, namun sejumlah pejabat menilai insiden itu merupakan aksi teroris yang terencana untuk memicu kekacauan domestik.***