Sejarah keuangan terdesentralisasi (DeFi) baru saja mencatat salah satu noda hitam paling dramatis. Jeffrey Huang, pengusaha Taiwan-Amerika yang lebih dikenal dengan julukan Machi Big Brother, harus menelan pil pahit setelah akun trading Hyperliquid miliknya “menguap” hampir tak bersisa.
Hanya dalam enam bulan, kekayaan senilai $74 juta (sekitar Rp1,16 triliun) menyusut drastis menjadi angka yang menyedihkan: $8.500 (sekitar Rp133 juta). Menurut data intelijen on-chain Arkham, kehancuran ini adalah buah dari taruhan long dengan leverage agresif yang berakhir menjadi bencana likuidasi berantai.
Kronologi “Bunuh Diri” Finansial
Machi Big Brother memulai langkah berisikonya pada September 2025. Saat itu, ia memasang posisi long (bertaruh harga naik) pada Ethereum (ETH) menggunakan leverage 25x. Awalnya, ia tampak jenius dengan keuntungan belum terealisasi sebesar $45 juta. Namun, pasar kripto yang volatil tidak mengenal belas kasihan.
-
Oktober 2025: Harga ETH berbalik tajam. Dalam satu malam, posisi senilai $79 juta terlikuidasi paksa, mengubah profitnya menjadi minus $10 juta.
-
November 2025: Bukannya berhenti, Huang justru “mengejar kekalahan”. Tercatat ada 71 likuidasi terpisah hanya dalam satu bulan.
-
Februari 2026: Putus asa, Huang terus menyuntikkan modal segar—bahkan dikabarkan mengambil dana dari perbendaharaan PleasrDAO—namun semuanya habis terkikis saat ETH jatuh ke kisaran $1.900.
Per 2 Maret 2026, saldo akun yang dulunya bernilai sembilan digit itu dilaporkan hanya tersisa $10.000, sebelum akhirnya turun ke angka ratusan dolar.
Jejak Kontroversi “Sang Naga”
Kehancuran ini seolah melengkapi rekam jejak kontroversial mantan anggota grup hip-hop L.A. Boyz ini. Sebelum skandal Hyperliquid, Huang telah dikaitkan dengan berbagai kegagalan proyek kripto besar:
-
Mithril: Proyek social mining yang gagal total.
-
Cream Finance: Protokol pinjaman miliknya yang dibobol peretas tiga kali pada 2021 dengan kerugian dana pengguna mencapai $186 juta.
-
Tuduhan Penggelapan: Detektif on-chain ZachXBT pernah menuduh Huang menggelapkan 22.000 ETH dari ICO Formosa Financial pada 2018, meski gugatan pencemaran nama baik terkait hal ini akhirnya ditarik oleh Huang.
Pelajaran Mahal tentang Keserakahan
Besarnya kerugian Jeffrey Huang kini menjadi “dongeng pengantar tidur” yang menyeramkan bagi para trader. Kasusnya menjadi rujukan buku pelajaran tentang bahaya leverage ekstrem. Penurunan Ethereum dari $4.700 ke bawah $2.000 membuktikan bahwa keyakinan tinggi tanpa manajemen risiko hanyalah resep untuk kehancuran total.
Bagi komunitas kripto, Machi Big Brother bukan lagi simbol paus yang harus diikuti, melainkan pengingat keras bahwa di dunia DeFi, seekor paus pun bisa karam hanya dalam sekejap mata.