Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menaikkan status hukum kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, ke tahap penyidikan. Hanya dalam waktu 24 jam setelah penangkapan, tim penyidik telah melakukan gelar perkara (ekspose) dan menetapkan sejumlah tersangka utama.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai betapa rapinya pengelolaan uang haram yang diduga dikendalikan langsung oleh Fadia.
Uang Tunai dan Dokumentasi Setoran
Penyidikan mengungkap bahwa Fadia Arafiq memegang kendali penuh atas pendistribusian dan pengelolaan uang dari PT RNB. Tragisnya, keterlibatan staf pribadinya justru menjadi senjata makan tuan bagi sang Bupati.
“Uang-uang yang dikelola oleh PT RNB ini, pendistribusian, pengelolaannya semuanya diatur oleh Bupati, termasuk juga saat melakukan penarikan tunai. Dimana pada saat melakukan penarikan tunai ini, staff selalu melaporkan dan juga mendokumentasikan. Jadi ini dokumentasi yang dilakukan oleh staff itu sendiri ketika melakukan penarikan uang, dimana uang-uang dalam bentuk tunai ini selanjutnya diberikan kepada Bupati,” jelas Budi Prasetyo.
Mirisnya, aliran dana ini tidak hanya berhenti di tangan Fadia. Hasil penyidikan menunjukkan bahwa uang-uang tersebut juga didistribusikan kepada berbagai pihak, termasuk anggota keluarga Bupati.
“Ada beberapa yang kemudian didistribusikan, dibagi-bagi kepada para pihak, termasuk pihak-pihak keluarga dari Bupati. Ini ada beberapa dokumentasi ya. Berikutnya, karena memang dari 2025 sampai dengan 2026 itu aktif melakukan penarikan, aktif memberikan uang tunai kepada Bupati,” tambah Budi Prasetyo.
Perburuan Aset: Dari Pekalongan hingga Cibubur
Selain bukti elektronik berupa foto dan video penarikan uang selama periode 2025-2026, KPK juga menyita deretan aset bergerak yang diduga hasil dari praktik rasuah ini:
-
Mobil Wuling: Disita dari tangan saudari RUL, Direktur PT RNB sekaligus orang kepercayaan sang Bupati.
-
Armada Kendaraan di Pendopo: Sejumlah mobil mewah yang terparkir di rumah dinas Bupati Pekalongan kini telah diberi garis merah-putih KPK.
-
Aset Cibubur: Sebuah kendaraan roda empat yang ditemukan di sebuah rumah di lokasi elit Kota Wisata, Cibubur.
Penelusuran Belum Berakhir
KPK menegaskan bahwa penyitaan ini hanyalah awal. Tim Deputi Penindakan masih terus bergerak di lapangan untuk melacak aset-aset lain yang diduga disembunyikan.
“Penyidik nanti masih akan terus menelusuri terkait dengan aset-aset yang diduga terkait ataupun berasal dari dugaan tindak pidana korupsi ini. Ada beberapa aset lainnya juga yang masih akan terus ditelusuri,” jelas Budi Prasetyo.
Penetapan tersangka ini menjadi babak baru bagi rakyat Pekalongan untuk melihat seberapa dalam gurita korupsi telah mencengkeram tata kelola pemerintahan di wilayah mereka.