CIREBON — Dukungan moral kepada Presiden Prabowo Subianto kembali disuarakan kalangan ulama pesantren melalui doa yang dipanjatkan pengasuh Pondok Pesantren Buntet Cirebon, KH Muhammad Imaduddin Ishom, dalam sebuah pertemuan penuh makna di bulan suci Ramadan.
Pertemuan yang berlangsung di kediaman sang kiai di Cirebon pada Kamis (5/3) itu dihadiri pengusaha sekaligus filantropis Mohammad Jusuf Hamka yang dikenal luas dengan sapaan Babah Alun.
Kunjungan tersebut menjadi momen silaturahmi Ramadan yang sarat pesan kebangsaan sekaligus menunjukkan eratnya hubungan antara tokoh masyarakat, kalangan pesantren, dan para ulama dalam menjaga persatuan bangsa.
Babah Alun menyampaikan rasa hormatnya karena dapat bertemu langsung dengan KH Imaduddin yang merupakan tokoh pesantren berpengaruh sekaligus bagian dari keluarga besar pimpinan pesantren tersebut.
“Saya mendapat satu kehormatan bertemu Kiai Haji Imad. Beliau adalah adiknya Kiai Haji Adib Rofiuddin,” kata Babah Alun.
KH Imaduddin diketahui merupakan saudara dari pimpinan Pondok Pesantren Buntet, KH Adib Rofiuddin Izza, yang saat ini tengah menjalani perawatan kesehatan.
Dalam kesempatan itu, Babah Alun juga mengajak masyarakat luas untuk turut memanjatkan doa bagi kesembuhan KH Adib agar dapat kembali menjalankan aktivitasnya seperti biasa.
“Dalam kesempatan ini kita semua mendoakan agar Kiai Adib sehat dan pulih seperti sedia kala, karena beliau sedang sakit,” ujarnya.
Selain mendoakan kesehatan pimpinan pesantren, pertemuan tersebut juga diisi dengan harapan bagi keutuhan bangsa dan dukungan moral terhadap kepemimpinan nasional.
Babah Alun menuturkan bahwa sejumlah pandangan dan nasihat dari KH Imaduddin, yang juga mewakili pesan KH Adib, menjadi bagian dari doa bersama demi keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Nah, kemudian kita juga mendoakan supaya NKRI tetap utuh. Kepada Bapak Presiden juga sama pandangannya, bahwa banyak saran dari KH Imad yang mewakili KH Adib,” lanjut Babah Alun.
Dalam pesan spiritualnya, KH Imaduddin menyampaikan doa khusus agar Presiden Prabowo tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan amanah kepemimpinan nasional.
“Bapak Presiden tetap tegar, tetap kuat. Kami masyarakat Indonesia, khususnya pesantren, tetap mendukung seluruh program yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia. Amin,” doa KH Imaduddin.
Doa yang dipanjatkan dari lingkungan pesantren tersebut menjadi simbol dukungan moral sekaligus pengingat bahwa kepemimpinan nasional tidak lepas dari harapan, doa, dan aspirasi masyarakat luas.
Momentum silaturahmi Ramadan itu pun memperlihatkan bagaimana peran ulama, pesantren, dan tokoh masyarakat tetap menjadi pilar penting dalam merawat persatuan serta stabilitas bangsa.***