Aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali meningkat. Pada Minggu (8/3/2026) pukul 19.44 WITA, gunung api ini terekam mengalami erupsi dengan durasi yang cukup singkat namun intens.
Berdasarkan data seismogram, letusan ini memiliki amplitudo maksimum 23.3 mm. Petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok, Stanislaus Ara Kian, mengonfirmasi bahwa amukan singkat tersebut berlangsung selama kurang lebih 55 detik.
Hujan Abu dan Aliran Lava
Visual dari puncak setinggi 1.523 mdpl menunjukkan kolom abu setinggi 100 meter berwarna putih hingga kelabu yang condong mengarah ke timur. Namun, yang perlu diwaspadai adalah pergerakan magma yang mulai keluar dari kawah.
“Erupsi kali ini disertai aliran lava yang mengarah ke sektor selatan dan tenggara. Perkiraan jarak aliran mencapai 500 meter dari bibir kawah,” jelas Stanislaus, Minggu malam.
Zona Merah dan Imbauan Keselamatan
Meskipun status gunung saat ini berada pada Level II (Waspada), pihak otoritas meminta masyarakat dan wisatawan untuk tidak menganggap remeh. Berikut adalah poin penting bagi warga sekitar:
-
Radius Steril: Dilarang melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat kawah.
-
Waspada Sektoral: Ancaman guguran lava dan awan panas mengintai sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut.
-
Alat Pelindung: Masyarakat diimbau selalu menggunakan masker untuk menghindari paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu pernapasan.
Hingga saat ini, pihak PGA terus memantau perkembangan aktivitas gunung untuk mengantisipasi adanya erupsi susulan yang lebih besar.