JAKARTA — Musim mudik 2026 diprediksi menjadi salah satu yang tersibuk. PT Jasa Marga Tbk memperkirakan sekitar 3,5 juta kendaraan akan meninggalkan wilayah Jabodetabek selama periode mudik tahun ini, dengan pergerakan awal diprediksi dimulai pada Jumat, 13 Maret 2026.
Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan Purwanto, mengatakan puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026, atau tiga hari sebelum Hari Raya Idulfitri yang jatuh pada 21 Maret 2026.
“Liburan yang panjang ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan perjalanan,” kata Rivan kepada wartawan, (Rabu, 11/3/2026).
Ia menjelaskan, tanda-tanda peningkatan pergerakan kendaraan sudah terdeteksi sejak H-26 hingga H-20 Lebaran. Berdasarkan data Jasa Marga, volume kendaraan meningkat sekitar 3,26 persen dari kondisi normal, atau naik 4,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Sudah ada pergerakan dibanding dengan yang normal. Jadi meningkat dari tahun sebelumnya,” katanya.
Dari total kendaraan yang diprediksi keluar Jabodetabek, sebagian besar menuju arah Timur, yakni sekitar 50 persen melalui jalur Trans Jawa dan Cipularang. Sementara itu, sekitar 28 persen mengarah ke Merak, dan 20 persen sisanya menuju Bogor.
Rivan memperingatkan potensi kepadatan di Kilometer 66 tol arah Timur akibat tingginya volume kendaraan di jalur tersebut. Dari total kendaraan yang menuju Timur, 57 persen memilih jalur Trans Jawa, sedangkan lebih dari 42 persen mengambil jalur Cipularang.
“Untuk ke arah Timur itu terbagi menjadi dua. 57 persen ke arah Trans Jawa dan 42 persen lebih ke Cipularang,” katanya.
Guna mendukung kenyamanan perjalanan, Jasa Marga memastikan 62 rest area di sepanjang jalur Jakarta hingga Jawa Timur telah siap beroperasi.
“Semua persiapan sudah siap. Kami berharap mudik kali ini berjalan dengan lancar,” ucap Rivan.
Di sisi lain, pemudik juga diimbau mewaspadai kondisi cuaca. Pelatih mengemudi defensif Rifat Sungkar mengingatkan bahwa musim mudik tahun ini berlangsung bersamaan dengan musim hujan yang masih memiliki curah hujan tinggi. Ia menyarankan para pemudik mempersiapkan perlengkapan kendaraan yang berkaitan dengan kondisi basah, seperti ban, wiper, dan perlengkapan darurat lainnya.
“Kunci kesuksesan mudik juga bergantung pada rute perjalanan, biasanya kita hanya punya satu opsi. Tapi dengan adanya aplikasi Travoy dari Jasa Marga ini akan membantu, memungkinkan kita memiliki beberapa opsi perjalanan,” ujarnya.
Adapun, momentum mudik tahun ini bertepatan dengan dua hari raya sekaligus, yakni Hari Raya Nyepi pada 19 Maret dan Hari Raya Idulfitri pada 21 Maret 2026, sehingga menciptakan libur panjang yang mendorong lonjakan pergerakan masyarakat.