JAKARTA – Iran menegaskan kapal milik Amerika Serikat dan negara-negara yang terlibat serangan terhadapnya tidak memiliki hak melintas di Selat Hormuz. Pernyataan itu disampaikan Markas Pusat Khatam al-Anbiya, unit yang mengoordinasikan operasi militer Iran, pada Kamis (12/3/2026).
“Tanpa keraguan dan tanpa kelalaian, Selat Hormuz berada di bawah pengelolaan bijaksana angkatan laut Garda Revolusi. Para agresor Amerika dan mitra mereka tidak memiliki hak untuk melintas di sini,” tegas markas tersebut, dilansir dari Anadolu.
Iran sebelumnya telah mengumumkan penutupan Selat Hormuz bagi kapal-kapal dari negara yang terkait dengan serangan AS dan Israel. Jalur maritim ini merupakan salah satu koridor paling vital di dunia untuk pengiriman energi global.
Di sisi lain, UK Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan sebuah kapal kontainer terkena benda tak dikenal sekitar 65 kilometer di utara Pelabuhan Jebel Ali, UEA. Insiden itu memicu kebakaran kecil yang berhasil dikendalikan, dengan seluruh awak kapal dilaporkan selamat.
UKMTO menyatakan pihak berwenang tengah menyelidiki insiden tersebut, sementara kapal-kapal di kawasan diminta meningkatkan kewaspadaan dan melaporkan aktivitas mencurigakan. Perkembangan ini terjadi di tengah serangan balasan Iran atas operasi militer bersama AS dan Israel.