JAKARTA – Pemerintah menyiapkan langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan saat arus mudik Lebaran 2026 dengan membuka sejumlah ruas jalan tol fungsional sementara bagi para pemudik.
Kebijakan ini diambil untuk memastikan distribusi lalu lintas antarkota berjalan lebih lancar sekaligus mengurangi potensi kemacetan panjang di jalur utama selama masa perjalanan mudik dan balik.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menjelaskan pemerintah akan mengaktifkan sejumlah ruas tol baru yang masih dalam tahap penyelesaian namun telah dinilai cukup aman untuk dilalui kendaraan.
“Selama periode mudik dan balik Lebaran 2026, kami akan memfungsionalkan kurang lebih 10 ruas jalan tol tambahan. Total panjang sekitar 291 kilometer,” ujar Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo dalam rapat kerja di DPR, Rabu, 11 Maret 2026.
Ruas tol tambahan tersebut akan beroperasi sebagai jalur fungsional sehingga kendaraan dapat melintas tanpa dikenakan biaya tol selama periode tertentu.
Kebijakan tol gratis ini diharapkan dapat membantu mempercepat perjalanan pemudik sekaligus mengurangi beban lalu lintas di ruas tol utama yang selama ini menjadi jalur favorit masyarakat.
Selain menambah kapasitas jalan, pemerintah juga memperkuat layanan bagi pemudik dengan menambah sejumlah fasilitas penunjang perjalanan di sepanjang jalur tol.
“Kami juga akan memfungsionalkan kurang lebih 15 tempat istirahat. Selain itu ada pelayanan pada sembilan ruas jalan tol,” katanya.
Keberadaan rest area tambahan tersebut dinilai penting karena area istirahat kerap menjadi titik penumpukan kendaraan saat musim mudik, terutama pada puncak arus perjalanan.
Dengan penambahan fasilitas ini, diharapkan distribusi kendaraan di rest area menjadi lebih merata sehingga risiko kemacetan di jalur tol dapat ditekan.
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan insentif berupa potongan tarif tol guna mengatur pola perjalanan masyarakat agar tidak terpusat pada waktu yang sama.
“Kami menetapkan diskon tarif jalan tol rata-rata 30 persen pada 29 ruas jalan tol. Diberlakukan pada periode tertentu pada arus mudik dan arus balik,” ujar Dody.
Pemberian diskon tarif tersebut merupakan hasil koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang terlibat dalam pengelolaan arus lalu lintas selama masa mudik.
“Kebijakan ini diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan lalu lintas. Selain itu juga mendorong distribusi perjalanan masyarakat menjadi lebih merata,” katanya.
Pemerintah juga memastikan seluruh ruas tol yang akan digunakan selama periode Lebaran telah melalui pemeriksaan kelayakan untuk menjamin keamanan perjalanan para pemudik.
“Saat ini terdapat 76 ruas jalan tol operasional dengan panjang sekitar 3.115 kilometer. Tol-tol itu menjadi tulang punggung mobilitas antar kota,” kata Dody.
Dengan berbagai langkah antisipatif tersebut, pemerintah optimistis arus mudik Lebaran tahun ini dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan nyaman bagi jutaan masyarakat yang melakukan perjalanan pulang kampung.
“Kami berharap perjalanan masyarakat selama mudik dapat berlangsung aman dan nyaman hingga kembali ke kota asal,” ucapnya.***