PASURUAN – Akses pupuk subsidi bagi petani di Desa Gejugjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur kini semakin mudah setelah Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) setempat resmi menjadi penyalur pupuk dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.
Kehadiran KDMP Gejugjati membuat petani tidak lagi harus mencari pupuk ke desa lain karena kebutuhan pupuk kini tersedia lebih dekat dengan sistem distribusi yang lebih praktis dan terjangkau.
Ketua Koperasi Desa Merah Putih Gejugjati, Muklason, menegaskan bahwa keberadaan koperasi desa menjadi solusi nyata untuk mempercepat distribusi pupuk bersubsidi kepada petani setempat.
“Jadi, produk unggulan kami ini (petani) bisa menebus pupuk langsung ke kedai dengan harga sesuai dari pemerintah Rp90 ribu (pupuk urea per sak atau 50 kg),” kata Ketua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Gejugjati, Muklason, Kamis (12/3).
Di dalam koperasi, tersedia gerai khusus pupuk yang menampilkan alur pembelian sekaligus daftar harga resmi berbagai jenis pupuk bersubsidi yang dapat diakses langsung oleh para petani.
Beberapa jenis pupuk yang tersedia antara lain pupuk NPK Kakao seharga Rp132 ribu per sak, pupuk NPK Phonska Rp92 ribu per sak, pupuk urea Rp90 ribu per sak, pupuk ZA Rp68 ribu per sak, serta pupuk organik petroganik Rp25.600 per sak.
Manajer Penjualan Jatim IV PT Pupuk Indonesia, Ontario Rolando, menjelaskan bahwa KDMP Gejugjati telah ditunjuk sebagai salah satu penyalur resmi pupuk bersubsidi di wilayah Kecamatan Lekok.
Penunjukan tersebut menjadi bagian dari langkah PT Pupuk Indonesia memperluas jaringan distribusi pupuk bersubsidi agar lebih dekat dengan petani di tingkat desa.
Di Kabupaten Pasuruan sendiri, saat ini sudah ada empat Koperasi Merah Putih yang dipercaya menjadi mitra resmi penyaluran pupuk bersubsidi bagi petani.
Ontario menyebut sistem distribusi juga semakin modern karena pengurus koperasi dapat melakukan pemesanan pupuk secara digital melalui platform khusus.
“KDMP Gejugjati ini sudah melakukan transaksi I-Pubers secara online, pemesanannya secara langsung dan sudah diantarkan oleh pelaku usaha distribusi, yaitu PT Aska Berdikari Saputra,” kata Ontario.
Baru-baru ini koperasi tersebut telah melakukan pemesanan pupuk urea dan pupuk NPK masing-masing sebanyak satu ton untuk memenuhi kebutuhan petani setempat.
“Dan dibayar secara cash, tunai,” ujar dia.
Menurut Ontario, sistem distribusi yang lebih singkat dan efisien ini diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas para petani di wilayah Pasuruan.
Sementara itu, pelaku usaha distribusi dari PT Aska Berdikari Saputra, Agus Abdullah, mengatakan pihaknya akan memaksimalkan penggunaan aplikasi I-Pubers agar distribusi pupuk berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
“Agar kebutuhan kelompok tani tidak tertunda untuk mendukung program pemerintah (mempertahankan) swasembada pangan,” kata Agus.
Ia menilai keberadaan Koperasi Merah Putih sangat membantu petani dalam mendapatkan pupuk bersubsidi dengan harga lebih terjangkau dan lokasi yang lebih dekat.
Sebelum koperasi hadir, para petani biasanya hanya memperoleh pupuk bersubsidi melalui kios atau penerima pupuk pada titik serah (PPTS) yang jumlahnya terbatas.
Dalam praktiknya, satu PPTS bahkan harus melayani empat hingga lima desa sekaligus sehingga akses pupuk bagi sebagian petani sering kali menjadi lebih sulit.
“Sekarang, dengan adanya KDMP, bisa membagi atau membantu tugasnya (PPTS) agar lebih ringan,” katanya.
Selain itu, koperasi desa juga menjalankan sistem pembayaran tunai yang dinilai lebih praktis dan memastikan proses distribusi pupuk berlangsung tepat waktu.
Agus berharap ke depan gerai pupuk bersubsidi di koperasi desa dapat terus mempercepat proses pemesanan dan pengiriman pupuk bagi para petani.
“Harapannya ke depan bisa meringankan petani supaya jarak pengiriman, jarak pemesanan tepat waktu, real time. Dan bisa support untuk petani pangan, padi khususnya,” kata Agus.***