JAKARTA — Bahasa Inggris kini menjadi bahasa yang paling luas digunakan di dunia, melampaui batas negara, budaya, dan benua. Dari ruang sidang PBB hingga lobi hotel di pelosok Asia, bahasa ini hadir sebagai jembatan komunikasi antarmanusia yang berbeda latar belakang. Dominasinya bukan tanpa sebab, perjalanan panjang sejarah, politik global, hingga kemudahan struktur bahasanya turut membentuk posisi istimewa tersebut.
Berikut ada enam faktor utama yang menjelaskan mengapa bahasa Inggris kokoh bertahan sebagai bahasa internasional hingga hari ini yang dihimpun dari berbagai sumber, seperti Sampoerna Academy dan lainnya:
1. Warisan Ekspansi Kerajaan Inggris
Jejak sejarah menjadi pijakan pertama. Sejak abad ke-16, Kerajaan Inggris gencar melebarkan pengaruhnya ke berbagai belahan dunia, mulai dari Amerika, Australia, hingga India. Dalam setiap wilayah yang dikuasai, bahasa Inggris diterapkan sebagai bahasa resmi dalam urusan pemerintahan, perdagangan, dan pendidikan. Akibatnya, bahasa ini berakar kuat di berbagai penjuru dunia dan menjadi lingua franca di wilayah-wilayah tersebut.
2. Peran Kerja Sama Internasional
Berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1945 turut menjadi tonggak penting. Sebagai organisasi internasional beranggotakan ratusan negara, PBB menetapkan bahasa Inggris sebagai salah satu bahasa resmi operasionalnya. Hal ini mendorong para diplomat dan politikus dari berbagai negara untuk menguasai bahasa tersebut. Lebih jauh, PBB juga mendorong kerja sama ekonomi antarnegara dalam bidang perdagangan, investasi, dan pariwisata, yang semuanya menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama.
3. Dominasi Amerika Serikat Pascaperang
Perang Dunia II meninggalkan dampak geopolitik yang turut memengaruhi peta bahasa dunia. Setelah konflik global itu berakhir, Amerika Serikat sebagai negara penutur bahasa Inggris tampil sebagai negara adidaya dengan pengaruh besar. Posisi itu semakin memperluas jangkauan bahasa Inggris, khususnya di kawasan Asia dan Afrika.
4. Struktur Bahasa yang Relatif Sederhana
Dari sisi linguistik, bahasa Inggris dinilai lebih mudah dipelajari dibandingkan sejumlah bahasa Eropa lainnya. Bahasa Prancis, Jerman, dan Belanda, misalnya, memiliki sistem gender yang rumit. Setiap kata benda memiliki kategori maskulin, feminin, atau netral yang wajib dihafalkan. Bahasa Jerman dan Belanda bahkan dilengkapi dengan sistem kasus yang kompleks. Sebaliknya, bahasa Inggris memiliki sistem gender yang jauh lebih sederhana, hanya mencakup maskulin dan feminin, serta sistem kasus yang tidak terlalu membebani para pelajar.
5. Arus Globalisasi
Globalisasi, proses saling keterkaitan antarnegara di bidang ekonomi, politik, budaya, dan teknologi, turut mendorong penyebaran bahasa Inggris secara masif. Mobilitas manusia lintas batas, baik untuk keperluan bisnis, pendidikan, maupun wisata, menjadikan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi paling praktis di era yang serba terhubung ini.
6. Kosakata yang Melimpah
Bahasa Inggris termasuk salah satu bahasa dengan sejarah panjang. Akarnya mulai tumbuh di Kepulauan Britania sejak abad ke-5, ketika suku Anglia-Sachsen dari dataran Jermanik membawa bahasa mereka ke pesisir timur pulau tersebut. Seiring perjalanannya selama berabad-abad, kosakata bahasa ini berkembang dengan sangat pesat. Secara keseluruhan, bahasa Inggris diperkirakan memiliki lebih dari satu juta kata, meski yang masih hidup dan aktif digunakan hingga kini berkisar antara 170.000 hingga 250.000 kata.
Keenam faktor itu berpadu membentuk fondasi kokoh yang menempatkan bahasa Inggris tak tergantikan dalam komunikasi global.