BASEL – Swiss Open 2026 menghadirkan kabar menggembirakan bagi bulutangkis Indonesia setelah tiga pasangan ganda campuran memastikan langkah ke babak perempatfinal turnamen BWF Super 300 berhadiah total USD 250.000 tersebut.
Bertanding pada Kamis (12/3/2026) malam WIB di St. Jakobshalle, Basel, ketiga pasangan Merah Putih sukses melewati babak 16 besar dengan performa meyakinkan dan menjaga peluang Indonesia menempatkan wakil di semifinal.
Menariknya, dua pasangan Indonesia dipastikan saling bertemu pada babak perempatfinal sehingga satu tempat di semifinal sudah dipastikan menjadi milik kontingen Merah Putih.
Jafar/Felisha
Pasangan unggulan ketiga Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu tampil dominan saat menghadapi wakil Malaysia Jimmy Wong/Lai Pei Jing dengan kemenangan telak 21-8, 21-11.
Duet Indonesia tersebut mengontrol jalannya pertandingan sejak awal hingga akhir sehingga lawan kesulitan mengembangkan permainan.
Jafar menilai performa mereka jauh lebih stabil dibanding laga sebelumnya sehingga permainan terasa lebih nyaman.
“Alhamdulillah bisa menang, lancar tanpa cedera. Hari ini memang lebih baik, jarang mati sendiri dan bisa lebih mengontrol juga, makin enak mainnya dari kemarin,” ujar Jafar usai pertandingan.
Felisha juga mengakui permainan mereka terasa lebih mengalir karena sudah mulai memahami kondisi lapangan dengan lebih baik.
“Dibandingkan pertandingan kemarin, hari ini memang lebih baik. Sudah lebih nyaman juga feelingnya sama lapangannya,” tutur Felisha.
Felisha menilai kemenangan telak tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan dominasi mereka karena lawan cukup banyak melakukan kesalahan sendiri di sepanjang pertandingan.
“Di sisi lain lawan banyak mati sendiri. Mereka drop jadi terlihatnya kami mendominasi padahal tidak juga,” lanjutnya.
Felisha menegaskan fokus utama mereka adalah menjalani setiap pertandingan secara bertahap demi mencapai target maksimal di turnamen ini.
“Harapan pasti semuanya maunya setiap match menang ya, main bagus dan sehat juga. Cuma yang lebih penting adalah step-by-step per babak bagaimana caranya kami mengatasi dengan baik supaya hasil target yang diinginkan bisa tercapai,” terang Felisha.
Felisha juga mengaku menikmati pertandingan karena mengenakan perlengkapan berwarna favoritnya yang membuatnya semakin percaya diri di lapangan.
“Saya senang dengan warna baju yang dipakai ini. Warna hijau adalah warna kesukaan saya ditambah dapat sepatu yang warnanya matching dan saya punya strap Whoop warna hijau juga jadi seru pakai ini di lapangan,” pungkas Felisha.
Adnan/Indah
Sementara itu pasangan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil juga memastikan tiket perempatfinal setelah menundukkan wakil Chinese Taipei Yang Po-Hsuan/Hu Ling Fang melalui pertarungan dua gim 21-16, 21-19.
Adnan menilai kemenangan tersebut tetap menyisakan sejumlah evaluasi menjelang pertandingan berikutnya.
“Alhamdulillah berjalan lancar, diberi kemenangan juga. Tapi dari permainan, harus banyak yang ditingkatin lagi untuk di perempatfinal,” tutur Adnan.
Adnan menyebut strategi mereka sejak awal adalah terus memberikan tekanan agar lawan tidak memiliki kesempatan mengembangkan permainan.
“Hari ini kami memang sudah menyiapkan untuk bermain menekan terus. Jangan kasih angin ke mereka,” lanjutnya.
Adnan berharap permainan mereka bisa lebih maksimal saat memasuki babak delapan besar.
“Besok (hari ini) di perempatfinal coba dimaksimalkan lagi saja permainan kami,” tegas Adnan.
Indah mengingatkan bahwa kesalahan sederhana harus diminimalkan jika ingin melangkah lebih jauh di turnamen ini.
“Kami tidak boleh terlalu terburu-buru, bola yang harusnya gampang, yang harusnya tidak mati, tadi ada beberapa kali malah mati. Itu harus dikurangi untuk laga besok (hari ini),” tutur Indah.
Indah juga mengakui pasangan Taipei sempat memberikan tekanan pada gim kedua sebelum akhirnya mereka mampu menjaga keunggulan.
“Pasangan Taipei kalau dikasih angin biasanya jadi rapat dan balik berbahaya. Tadi di gim kedua mereka juga sempat mengejar tapi kami coba fokus untuk jaga poinnya agar tidak tersusul,” tambahnya.
Amri/Nita
Kemenangan dramatis juga diraih pasangan unggulan kedelapan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah setelah menundukkan Liu Kuang Heng/Jheng Yu Chieh dari Chinese Taipei lewat pertarungan tiga gim 21-19, 15-21, 21-17.
Nita menilai mereka sebenarnya berpeluang menyelesaikan pertandingan lebih cepat sebelum kehilangan ritme di gim kedua.
“Sebenarnya ada kesempatan untuk menang dua game langsung hanya di gim kedua kami banyak melakukan kesalahan,” ungkap Nita.
Nita menjelaskan perubahan pola permainan lawan membuat mereka sempat kesulitan mengantisipasi serangan cepat.
“Mereka juga bermain lebih menyerang, Liu Kuang Heng terus melancarkan full smash, tidak seperti di gim pertama hanya setengah-setengah smash-nya lalu Jheng Yu Chieh mempercepat permainan depannya dan kami terlambat antisipasi,” tambah Nita.
Pada gim penentuan, pasangan Indonesia berhasil membaca pola lawan sehingga mampu kembali mengendalikan pertandingan.
Laga Perempat Final
Pada babak perempatfinal Swiss Open 2026, pasangan Jafar/Felisha akan menghadapi unggulan keenam asal China Cheng Xing/Zhang Chi yang dikenal memiliki permainan cepat dan agresif.
Sementara itu laga sesama wakil Indonesia akan tersaji ketika Adnan/Indah berhadapan dengan Amri/Nita yang memastikan satu tiket semifinal sudah berada di tangan Merah Putih.
Dengan situasi tersebut, peluang Indonesia menambah prestasi di sektor ganda campuran pada Swiss Open 2026 tetap terbuka lebar.***