JAKARTA – Tanggal 15 Maret menyimpan sejumlah peristiwa penting yang memberi pengaruh besar dalam perjalanan sejarah dunia maupun Indonesia. Hari ini dikenal sebagai “Ides of March”, yang identik dengan tragedi politik di Romawi kuno, sekaligus menjadi momen penting bagi dunia olahraga dan kehidupan beragama di Indonesia.
15 Maret 44 SM – Julius Caesar Mangkat

Peristiwa paling ikonik, ketika Julius Caesar, diktator seumur hidup Republik Romawi, dibunuh di gedung Senat. Pemimpin militer dan politikus legendaris itu tewas setelah ditikam oleh sekelompok senator, termasuk Marcus Junius Brutus dan sejumlah konspirator lainnya. Pembunuhan tersebut memicu perang saudara besar yang pada akhirnya mengakhiri era Republik Romawi dan membuka jalan bagi lahirnya Kekaisaran Romawi di bawah kepemimpinan Augustus, cucu sekaligus putra angkat Caesar.
Peristiwa ini kemudian dikenang sebagai salah satu simbol pengkhianatan politik paling terkenal dalam sejarah dunia.
15 Maret 1892 – Lahirnya The Reds
Di dunia olahraga, tanggal yang sama juga menandai lahirnya salah satu klub sepak bola paling sukses di dunia. Pada 15 Maret 1892, Liverpool FC resmi didirikan di Inggris.
Pendiri klub, John Houlding, awalnya mendaftarkan tim dengan nama Everton FC and Athletic Grounds, Ltd setelah terjadi konflik dengan Everton FC yang membuat klub tersebut harus meninggalkan Stadion Anfield.
Namun, karena nama tersebut ditolak oleh Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), Houlding kemudian menggantinya menjadi Liverpool F.C. Keputusan itu menjadi awal perjalanan panjang klub berjuluk The Reds, yang kini dikenal sebagai salah satu kekuatan besar sepak bola dunia dengan berbagai gelar domestik dan Eropa.
15 Maret 1983 – Hari Raya Nyepi jadi Hari Libur Nasional
Sementara itu di Indonesia, 15 Maret 1983 menjadi tonggak penting dalam pengakuan terhadap keragaman budaya dan agama. Melalui Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 1983, pemerintah secara resmi menetapkan Hari Raya Nyepi—perayaan Tahun Baru Saka bagi umat Hindu—sebagai hari libur nasional, bersama dengan Hari Raya Waisak.
Keputusan tersebut menegaskan pengakuan negara terhadap tradisi umat Hindu, khususnya di Bali, sekaligus memperkuat nilai toleransi dan keberagaman di Indonesia. Sejak saat itu, Nyepi diperingati secara nasional dengan suasana hening selama 24 jam, yang menjadi ciri khas perayaannya.
Rangkaian peristiwa ini menunjukkan bahwa satu tanggal dalam kalender dapat menyimpan berbagai momen bersejarah yang berdampak luas, mulai dari dinamika politik kuno hingga perkembangan budaya dan olahraga modern. Tanggal 15 Maret pun terus dikenang sebagai hari yang sarat makna dalam perjalanan sejarah.
