JAKARTA – Kantor Berita ANTARA menyampikan permintaan maaf atas kesalahan berita.
Hal tersebut bermula dari kekeliruan dalam pengutipan pernyataan Menteri Sekretaris Negara terkait isu penerbangan internasional dan konflik Iran.
Permintaan maaf ANTARA atas kesalahan berita ini disampaikan langsung oleh jajaran pimpinan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap akurasi informasi yang beredar di tengah masyarakat.
Kasus kesalahan kutipan Mensesneg oleh ANTARA ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya ketelitian dalam praktik jurnalistik, terutama dalam situasi geopolitik yang sensitif seperti konflik Iran.
Direktur Pemberitaan Kantor Berita ANTARA Virgandhi Prayudantoro menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas kekeliruan dalam pemberitaan yang memuat pernyataan Prasetyo Hadi.
“Kami dengan menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya atas kesalahan pengutipan pernyataan yang disampaikan Pak Mensesneg. Kami memohon maaf kepada Pak Mensesneg dan seluruh masyarakat Indonesia,” kata Virgandhi di Jakarta, Selasa.
Ia mengungkapkan bahwa kesalahan tersebut terjadi pada konteks kutipan yang seharusnya membahas penundaan pengiriman pasukan TNI ke Gaza.
Namun dalam proses peliputan justru dikaitkan dengan isu penghentian penerbangan luar negeri akibat konflik di Iran.
Menurut penjelasannya, pewarta keliru memahami konteks pernyataan narasumber sehingga menghasilkan informasi yang tidak sesuai dengan maksud sebenarnya.
“Kesalahan tersebut murni salah konteks pengutipan pernyataan narasumber dalam hal ini Pak Mensesneg,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, ANTARA menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi internal guna meningkatkan ketepatan dan kredibilitas pemberitaan di masa mendatang.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap media arus utama di tengah derasnya arus informasi digital.***