Awal musim Formula 1 2026 menjadi mimpi buruk yang nyata bagi Aston Martin. Alih-alih merayakan poin, tim yang berbasis di Silverstone ini justru menghadapi krisis mekanis yang mengerikan: unit tenaga Honda RA626H menghasilkan getaran ekstrem yang sanggup melumpuhkan fisik pembalapnya.
Di GP Tiongkok, Fernando Alonso terpaksa mengibarkan bendera putih pada lap 33. Bukan karena kerusakan mesin total, melainkan karena rasa sakit yang tak tertahankan. Rekaman onboard menunjukkan pemandangan ganjil; sang juara dunia dua kali itu berulang kali melepaskan tangan dari kemudi di lintasan lurus, mengepalkan tinjunya demi mengalirkan kembali darah ke jemarinya yang membeku.
โSaya kesulitan merasakan tangan dan kaki saya. Tidak ada gunanya melanjutkan balapan dalam kondisi seperti ini,โ ujar Alonso dengan nada frustrasi. Rekan setimnya, Lance Stroll, bahkan sudah tumbang lebih dulu di lap kesembilan akibat kegagalan baterai yang masih berkaitan dengan masalah vibrasi tersebut.
Ancaman Kerusakan Saraf Permanen
Tensi semakin memuncak setelah otak teknis Aston Martin, Adrian Newey, mengeluarkan peringatan mengerikan. Ia menyebut para pembalap berisiko mengalami kerusakan saraf permanen jika terus dipaksa mengendarai AMR26 dalam durasi balapan penuh.
Meskipun beberapa pihak di paddock menganggap pernyataan Newey sebagai taktik politik untuk menekan Honda, fakta di lapangan tidak bisa berbohong. Honda sendiri telah mencoba โmengobatiโ masalah ini secara artifisial dengan menurunkan RPM mesin, namun langkah itu justru membuat mobil kehilangan taringnya.
Suzuka: Pertemuan Tegang di Kandang Macan
Kini, mata dunia tertuju pada GP Jepang yang akan dimulai 27 Maret mendatang. Suzuka bukan sekadar balapan bagi Honda; itu adalah harga diri. Presiden Honda Racing Corporation, Koji Watanabe, telah menetapkan Suzuka sebagai tenggat waktu mati untuk memberikan solusi permanen.
Pengamat F1, Ted Kravitz, menggambarkan pertemuan yang akan terjadi di Jepang nanti sebagai momen yang sangat canggung. โPergi ke markas Honda dengan performa seperti ini? Pasti akan sangat tidak menyenangkan bagi kedua belah pihak,โ ujarnya.
Tameng untuk Sang Pembalap
Di tengah badai kritik, Mike Krack selaku Chief Trackside Officer Aston Martin, mencoba pasang badan bagi kedua pembalapnya yang terus dicecar media. Ia meminta wartawan untuk lebih manusiawi dalam memberikan pertanyaan kontroversial kepada Alonso dan Stroll yang saat ini sedang menanggung beban fisik dan mental yang berat.
Alonso sendiri mencoba tetap bijak di tengah krisis. โKita perlu memberi Honda waktu untuk memahami dari mana asal getaran ini,โ pintanya. Namun, dengan Suzuka yang tinggal menghitung hari, waktu adalah kemewahan yang tidak dimiliki Honda saat ini.