Captain Rudi van Pangemanan, pilot yang dikenal kerap membagikan sisi spiritual dari balik kemudi burung besi, kembali menggegerkan jagat maya. Melalui akun Instagram-nya, @captainruud, ia mengunggah suasana syahdu sekaligus misterius saat menerjang kegelapan malam di bulan suci Ramadan.
Dalam video yang diunggah pada Kamis (19/3/2026), Captain Rudi sengaja mematikan lampu kokpit untuk memperlihatkan sosok “pendamping” tak kasatmata yang memancarkan cahaya terang di luar jendela pesawat.
“Kalian akan menyebutnya apa? Aliens atau Angels? (Makhluk ruang angkasa atau malaikat?),” tulisnya memancing diskusi di kolom komentar.
Peristiwa itu terjadi saat Captain Rudi sedang terbang dari Africa menuju Jeddah SA, di atas Sahara dengan ketinggian 35000 kaki.
Cahaya yang “Bernapas”
Captain Rudi mengungkapkan bahwa fenomena ini bukanlah yang pertama kali ia alami. Saat kamera melakukan zoom, benda-benda bercahaya tersebut tampak bergerak-gerak dengan ritme yang unik, mirip dengan denyut nadi manusia.
“Jawabannya (apakah masih diikuti), masih. Mereka berupa cahaya yang bergerak-gerak seperti denyut nadi (pulse). Seperti hidup,” ungkapnya. Alih-alih merasa takut, sang kapten justru merasa terhibur dan tenang ditemani “tamu” misterius tersebut sembari memanjatkan doa untuk keselamatan ratusan nyawa yang ia bawa.
Debat Netizen: Antara Sains dan Spiritual
Unggahan ini langsung meledak dengan lebih dari 44.000 likes. Kolom komentarnya pun menjadi ajang diskusi lintas ilmu, mulai dari penjelasan astronomi hingga pandangan religius:
- Teori Astronomi: Beberapa netizen berpendapat itu adalah Sabuk Orion, tiga bintang sejajar yang sering digunakan sebagai penunjuk arah kiblat di Indonesia.
- Perspektif Religius: Banyak yang meyakini itu adalah bentuk keagungan Tuhan, mengingat Captain Rudi sebelumnya pernah mengalami hal serupa saat mengantar jemaah haji, di mana ia merasakan dingin yang luar biasa di kokpit sebelum cahaya terang muncul mendekat dan menjauh.
- Misteri Radar: Satu hal yang tetap menjadi teka-teki adalah benda-benda tersebut sama sekali tidak terdeteksi oleh radar pesawat, yang secara teknis mengategorikannya sebagai Unidentified Flying Object (UFO).
Apapun sebutannya, bagi Captain Rudi, kehadiran cahaya-cahaya tersebut adalah pengingat bahwa di luasnya cakrawala, manusia tidak pernah benar-benar terbang sendirian.