JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8 persen melalui strategi besar penciptaan lapangan kerja di berbagai sektor.
Sejumlah program prioritas disiapkan pemerintah untuk mendorong penyerapan tenaga kerja, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, hingga pembangunan satu juta rumah.
Presiden menyoroti besarnya potensi penyerapan tenaga kerja dari program MBG. Ia menyebutkan, pada tahap puncak, program tersebut akan memiliki sekitar 30 ribu dapur yang masing-masing mempekerjakan 50 orang.
“Itu sudah 1,5 juta,” ujarnya, Sabtu (21/3).
Selain tenaga kerja langsung, setiap dapur juga melibatkan rantai pasok bahan pangan dari berbagai vendor yang diperkirakan mampu menyerap tambahan hingga 1,5 juta pekerja.
Di sektor pedesaan, pemerintah mengandalkan Koperasi Desa Merah Putih sebagai penggerak ekonomi lokal. Dengan target 80 ribu koperasi dan estimasi 18 tenaga kerja di tiap unit, program ini berpotensi menciptakan sekitar 1,4 juta lapangan kerja baru.
Sementara itu, di sektor kelautan, Kampung Nelayan Merah Putih difokuskan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan. Pemerintah menargetkan pembangunan 1.100 kampung nelayan pada 2026.
“Kita bikin pilot project di Biak, penghasilannya nelayan itu naik rata-rata 60 persen sampai 80 persen,” kata Prabowo.
Ia menegaskan, program tersebut tidak hanya meningkatkan pendapatan nelayan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah pesisir.
Di sisi lain, pembangunan satu juta rumah disebut sebagai salah satu motor utama penciptaan lapangan kerja. Setiap unit rumah diperkirakan melibatkan lima pekerja, sehingga total penyerapan tenaga kerja bisa mencapai 5 juta orang, belum termasuk dampak lanjutan pada industri pendukung seperti bahan bangunan dan utilitas.
Dengan kombinasi berbagai program tersebut, Presiden optimistis target pertumbuhan ekonomi nasional dapat terlampaui.
“Saya yakin ketika ini berjalan, itu akan lebih dari 8 persen,” pungkas dia.