JAKARTA — Tottenham Hotspur kian terjerumus dalam krisis serius setelah dipermalukan Nottingham Forest dengan skor telak 0-3 dalam lanjutan Liga Inggris 2025/26 yang berlangsung di Stadion Tottenham Hotspur, London, Minggu malam.
Kekalahan pahit ini membuat posisi Tottenham Hotspur semakin rawan di papan bawah klasemen sementara Liga Inggris karena kini mereka terdampar di peringkat ke-17 dengan 30 poin, tepat di ambang zona degradasi.
Situasi tersebut makin menegangkan lantaran Nottingham Forest, yang sebelumnya berada di bawah tekanan serupa, justru berhasil naik ke posisi ke-16 dengan 32 poin dan menyalip Spurs dalam persaingan menghindari degradasi.
Beruntung bagi Tottenham, hasil negatif yang dialami West Ham United di pertandingan lain membuat mereka masih bisa bernapas meski hanya terpaut tipis dari jurang degradasi.
Sepanjang pertandingan, pendukung tuan rumah dibuat frustrasi karena tim besutan Igor Tudor sejatinya tampil dominan namun gagal memaksimalkan peluang menjadi gol.
Tottenham mencatatkan total 14 percobaan, tetapi hanya dua yang mengarah ke gawang dan tidak satu pun mampu membobol pertahanan rapat Nottingham Forest.
Sebaliknya, efektivitas menjadi kunci keberhasilan tim tamu yang tampil klinis dengan delapan peluang, tujuh di antaranya tepat sasaran dan tiga berbuah gol.
Nottingham Forest membuka keunggulan di penghujung babak pertama melalui sundulan Igor Jesus yang memanfaatkan sepak pojok akurat dari Neco Williams pada menit ke-45.
Memasuki paruh kedua, tekanan Forest tidak mengendur dan mereka berhasil menggandakan keunggulan lewat sepakan tajam Morgan Gibbs-White yang gagal diantisipasi kiper Guglielmo Vicario.
Alih-alih bangkit, Tottenham justru kembali kebobolan setelah Taiwo Awoniyi yang masuk sebagai pemain pengganti sukses menyambar bola dari jarak dekat dan memastikan kemenangan telak 3-0 bagi tim tamu.
Hasil ini memperpanjang tren buruk Tottenham yang belum meraih kemenangan dalam 13 pertandingan terakhir Liga Inggris sejak akhir Desember.
Dalam periode tersebut, Spurs hanya mampu mengoleksi lima hasil imbang dan delapan kekalahan, sebuah catatan yang semakin memperbesar ancaman degradasi.***