JAKARTA – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memperluas rekayasa lalu lintas contraflow menjadi dua lajur di ruas Tol Jakarta-Cikampek, Selasa (24/3/2026). Kebijakan ini diterapkan pada KM 70 hingga KM 47 arah Jakarta, menyusul peningkatan volume kendaraan arus balik pasca-Lebaran.
Sebelumnya, contraflow di ruas tersebut hanya diterapkan satu lajur. Perluasan ini langsung menyusul pemberlakuan one way nasional yang telah berjalan dari KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung hingga KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama.
Langkah ini bertujuan mengantisipasi lonjakan arus balik kendaraan menuju wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, sekaligus menjaga kelancaran lalu lintas di salah satu titik krusial Tol Trans Jawa.
“Selasa 24 Maret 2026 pukul 16.45, saat ini diberlakukan contraflow dua lajur dari KM 70-KM 47 Tol Jakarta-Cikampek,” tulis akun Instagram Korlantas Polri, seperti dikutip Okezone.
Penerapan contraflow bersifat situasional dan akan disesuaikan dengan kondisi volume lalu lintas di lapangan sesuai diskresi kepolisian. Petugas terus memantau perkembangan secara real-time melalui CCTV dan aplikasi pemantau lalu lintas.
Pantauan melalui CCTV dalam aplikasi Travoy menunjukkan arus lalu lintas arah Jakarta ramai lancar. Baik di lajur biasa maupun lajur contraflow, tidak terlihat penumpukan kendaraan signifikan.
Sementara itu, pada ruas yang sama, arus lalu lintas menuju Gerbang Tol Cikampek Utama juga tercatat ramai lancar tanpa kepadatan berarti sepanjang tol.
Imbauan untuk Pengguna Jalan
Pengguna jalan tol diimbau tetap mematuhi arahan petugas di lapangan, menjaga jarak aman, dan memastikan saldo e-toll mencukupi. Pantau terus informasi rekayasa lalu lintas melalui akun resmi Korlantas Polri atau aplikasi Travoy untuk menghindari kemacetan.
Rekayasa ini merupakan bagian dari Operasi Ketupat 2026 yang terus dioptimalkan guna memberikan pelayanan terbaik bagi pemudik yang kembali ke ibu kota.