Indonesia resmi menempati peringkat ke-17 sebagai negara dengan kualitas udara terburuk di dunia sepanjang tahun 2025. Berdasarkan laporan terbaru perusahaan pemantau kualitas udara IQAir, kadar rata-rata partikel halus PM2.5 di tanah air mencapai 30 mikrogram per meter kubik (µg/m3)—angka yang masih enam kali lipat lebih tinggi dari standar aman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Meski angka ini terlihat mengkhawatirkan, ada secercah harapan di baliknya. Dibandingkan tahun 2024, Indonesia berhasil mencatat penurunan konsentrasi polusi sebesar 16 persen (dari 35,5 µg/m3).
Ibu kota yang sering menjadi langganan “kota terkotor” ini menunjukkan progres nyata. Kadar PM2.5 di Jakarta turun signifikan sebesar 18 persen menjadi 34,1 µg/m3. Tren perbaikan serupa juga terlihat di Medan, Malang, Bekasi, dan Bandung. Secara total, 39 kota di Indonesia tercatat mengalami penurunan polusi, meski 17 kota lainnya justru mengalami peningkatan.
Juara Bertahan di Asia Tenggara
Sayangnya, predikat “Negara Paling Tercemar di Asia Tenggara” masih melekat erat pada Indonesia. Banten dan Jawa Barat menjadi wilayah paling kritis, di mana masing-masing menyumbang tiga kota dengan tingkat polusi di atas 35 µg/m3.
IQAir menunjuk beberapa biang kerok utama yang menyelimuti langit nusantara:
-
Pulau Jawa: Emisi kendaraan, klaster industri, dan pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTU) lama.
-
Sumatra & Kalimantan: Kebakaran lahan gambut dan kabut asap akibat pembakaran biomassa.
Hanya 14 Persen Wilayah Dunia yang “Sehat”
Secara global, krisis polusi udara semakin mengkhawatirkan akibat masifnya kebakaran hutan. Hanya 14 persen kota di dunia yang mampu memenuhi pedoman ketat WHO. Di posisi puncak negara paling berpolusi, Pakistan memimpin dengan kadar 67,3 µg/m3, disusul Bangladesh dan Tajikistan.
Dampak dari partikel kecil PM2.5 ini bukan main-main. Ukurannya yang mikroskopis memungkinkannya masuk jauh ke dalam sistem pernapasan manusia. Bagi anak-anak, paparan ini bisa menjadi “bom waktu” kesehatan yang berdampak seumur hidup.
IQAir turut melaporkan 10 negara dengan polusi PM2.5 tertinggi sepanjang 2025, antara lain:
- Pakistan (67,3 µg/m3)
- Bangladesh (66,1 µg/m3)
- Tajikistan (57,3 µg/m3)
- Chad (53,6 µg/m3)
- Republik Demokratik Kongo (50,2 µg/m3)
- India (48,9 µg/m3)
- Kuwait (45,7 µg/m3)
- Uganda (43 µg/m3)
- Mesir (40,6 µg/m3)
- Uzbekistan (38,1 µg/m3)