Drama penculikan mencekam yang sempat mengguncang Brasil setahun lalu kini berbalik menjadi skandal besar. Influencer kenamaan Monniky Fraga (27) ditangkap pihak kepolisian atas tuduhan mengejutkan: merekayasa penculikannya sendiri demi mendongkrak jumlah pengikut (followers) di media sosial.
Pada April tahun lalu, Fraga memberikan pengakuan emosional kepada lebih dari 48.000 pengikutnya. Ia mengklaim dirinya dan suaminya, Lucas, dicegat tiga pria bersenjata di depan rumah mereka di Igarassu.
Dalam video yang viral saat itu, Fraga bercerita dengan isak tangis bagaimana mereka diseret ke dalam hutan, ditahan berjam-jam, diancam akan disiksa, hingga dipaksa membayar uang tebusan.
“Saya pikir mereka akan membunuh dan membuang saya ke sungai. Yang saya pikirkan hanyalah anak-anak saya,” ungkapnya kala itu.
Plot Twist: Polisi Temukan Jejak Kerja Sama
Namun, setelah penyelidikan panjang selama setahun yang melibatkan 30 personel polisi, fakta pahit mulai terungkap. Detektif Cley Anderson menyatakan bahwa “penculikan” tersebut hanyalah rencana busuk antara Fraga dan salah satu pelaku.
Temuan mengejutkan polisi:
-
Kontrak dengan Pelaku: Fraga diduga menyetujui seluruh rencana penculikan tersebut sebelum kejadian.
-
Tetap Berkomunikasi: Fraga diketahui masih menjalin kontak dengan salah satu “penculik” setelah insiden tersebut berakhir.
-
Suami Jadi Korban Sungguhan: Mirisnya, sang suami (Lucas) dilaporkan sama sekali tidak tahu bahwa ini adalah rekayasa. Ia benar-benar percaya nyawanya terancam dan pasrah saat dipukuli pelaku.
Kini, Monniky Fraga harus menghadapi rentetan tuduhan berat, mulai dari pemerasan, penghalangan proses peradilan, hingga pemborosan waktu polisi.
Meskipun pengacaranya mengajukan permohonan tahanan rumah dengan alasan Fraga memiliki anak kecil, polisi tetap melakukan penahanan. Hingga saat ini, Fraga masih bersikeras bahwa penculikan tersebut nyata dan ia adalah korban, meski bukti-bukti digital menunjukkan hal sebaliknya.