JAKARTA – Program pasar murah yang digagas Presiden Prabowo Subianto di kawasan Monumen Nasional menjadi magnet besar bagi warga yang berburu kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus paket bantuan bernilai tinggi.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak siang hari ketika ribuan orang memadati area bazar demi mendapatkan kupon belanja yang memungkinkan mereka membawa pulang paket sembako dan barang gratis senilai Rp500 ribu.
Fenomena menarik pun muncul saat sejumlah penerima kupon langsung membuka paket yang mereka terima di lokasi, menciptakan momen “unboxing” yang spontan dan penuh rasa penasaran.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah Lili, warga Pondok Labu, Jakarta Selatan, yang tampak antusias memperlihatkan isi paket sembako yang baru saja ia terima di tengah keramaian acara.
“Sangat seru tapi padat banget yah. Ada beras. Ada ayam. Ada telor. Ada sarden. Dan juga ini baju gamis di dalam,” ujar Lili ketika ditemui, Sabtu (28/3).

Isi paket tersebut terbilang lengkap karena tidak hanya memuat kebutuhan pokok harian, tetapi juga tambahan pakaian berupa gamis yang membuat nilai bantuan terasa semakin besar bagi penerima.
Meski harus menunggu dalam antrean panjang, Lili mengaku tetap menikmati suasana acara yang meriah sekaligus bersyukur bisa mendapatkan bantuan yang langsung bermanfaat bagi keluarganya.
Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai sangat membantu masyarakat di tengah kebutuhan yang terus meningkat.
“Ya, terima kasih Pak Prabowo, semoga Bapak sehat selalu, bisa membuat negara kita aman, sejahtera, damai sentosa. Sukses dunia akhirat ya Pak,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan pasar murah ini, pemerintah melalui Perum Bulog dan ID FOOD menyalurkan total 100 ribu paket sembako yang disiapkan khusus untuk masyarakat.

Setiap paket dirancang memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga dengan komposisi beras 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, minyak goreng 1 liter, satu ekor ayam, telur ayam 1 kilogram, serta satu kaleng sarden.
Distribusi bantuan dilakukan melalui lima tenda utama yang masing-masing menampung 20 stan pelayanan guna memastikan proses penyaluran berjalan tertib dan merata.
Setiap stan ditargetkan mampu melayani hingga 1.000 peserta sehingga total penerima manfaat dapat menjangkau jumlah besar dalam waktu relatif singkat.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membantu daya beli masyarakat melalui pendekatan langsung di lapangan.***