JAKARTA – Suasana duka menyelimuti Kementerian Pertahanan pada Minggu, 29 Maret 2026, saat jenazah Juwono Sudarsono disemayamkan secara khidmat sebelum dimakamkan dengan upacara militer.
Rangkaian kegiatan telah disusun secara sistematis oleh pihak Kementerian Pertahanan guna memastikan penghormatan terakhir berjalan tertib dan penuh kehormatan.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Rico Ricardo Sirait, menyampaikan bahwa seluruh tahapan prosesi telah dipersiapkan sejak pagi hari di Gedung Kemhan.
Rico mengungkapkan jenazah almarhum ditempatkan di ruang hening Kementerian Pertahanan yang dibuka untuk umum bagi masyarakat dan para pejabat yang ingin memberikan penghormatan terakhir.
“Seluruh rangkaian prosesi telah diatur secara bertahap dan berjalan sesuai jadwal yang ditentukan,” ujar Rico dalam keterangannya di Kemhan.
Pada pukul 11.00 WIB, jenazah dijadwalkan dilepas secara resmi dari Kementerian Pertahanan dalam sebuah upacara penghormatan.
Upacara pelepasan tersebut akan dipimpin oleh Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto sebelum jenazah diberangkatkan menuju tempat peristirahatan terakhir.
Selanjutnya, iring-iringan jenazah akan bergerak menuju Taman Makam Pahlawan Kalibata untuk dimakamkan secara militer.
Setibanya di lokasi, upacara pemakaman akan dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sebagai inspektur upacara.
Sejumlah tokoh nasional dijadwalkan hadir dalam prosesi pemakaman sebagai bentuk penghormatan atas jasa almarhum.
Keluarga besar Juwono Sudarsono juga telah berada di lokasi sejak awal untuk mendampingi seluruh rangkaian acara hingga pemakaman selesai.
Semasa hidupnya, Juwono dikenal sebagai tokoh penting yang pernah mengemban berbagai jabatan strategis lintas pemerintahan Indonesia.
Ia tercatat menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada era pemerintahan Abdurrahman Wahid dan Susilo Bambang Yudhoyono.
Selain itu, ia juga pernah dipercaya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada masa Bacharuddin Jusuf Habibie.
Kariernya di pemerintahan semakin lengkap saat ia menjabat sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup di era Soeharto.
Di luar dunia birokrasi, Juwono dikenal sebagai akademisi terkemuka dan Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional di Universitas Indonesia.
Ia mengembuskan napas terakhir pada Sabtu, 28 Maret 2026 pukul 13.45 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta.
Kepergiannya meninggalkan jejak panjang pengabdian serta pemikiran strategis yang turut membentuk kebijakan pertahanan dan pendidikan nasional Indonesia.***