Kondisi di perbatasan Lebanon Selatan kian mencekam. Menyusul gugurnya tiga prajurit penjaga perdamaian asal Indonesia (INDOBATT), kontingen Malaysia (MALBATT 850-13) kini resmi diperintahkan untuk menghentikan seluruh pergerakan operasional di lapangan.
Menteri Pertahanan Malaysia, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, menegaskan bahwa penangguhan patroli ini merupakan perintah langsung dari UNIFIL sebagai tindakan pencegahan. Selain penghentian pergerakan, prosedur keamanan di wilayah misi juga ditingkatkan secara drastis.
“Langkah-langkah ini mencakup penguatan Rules of Engagement (ROE), peningkatan perlindungan pasukan, dan penilaian situasi secara berkelanjutan demi memastikan keselamatan personel kami,” ungkap Khaled Nordin (31/3/2026).
Hingga saat ini, pemerintah Malaysia memastikan seluruh personel MALBATT dalam kondisi aman. Namun, mereka mengecam keras serangan terhadap pasukan perdamaian sebagai pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.
Indonesia Berduka dan Menuntut Investigasi Transparan
Di sisi lain, duka mendalam menyelimuti Indonesia. Insiden ledakan alat peledak (IED) yang menewaskan tiga prajurit TNI memicu reaksi keras dari Jakarta. Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, dilaporkan telah berkomunikasi langsung dengan Sekjen PBB Antonio Guterres.
Tuntutan Utama Indonesia:
-
Sidang Darurat: Mendesak Dewan Keamanan PBB segera menggelar pertemuan untuk membahas eskalasi di Lebanon.
-
Investigasi Menyeluruh: Meminta investigasi yang cepat, transparan, dan tuntas atas insiden yang menimpa prajurit INDOBATT.
-
Keamanan Tanpa Tawar: Menegaskan bahwa keselamatan pasukan PBB adalah prioritas yang tidak bisa dikompromikan oleh pihak manapun yang bertikai.
Dalam kurun waktu 24 jam, terjadi dua insiden besar yang melibatkan pasukan UNIFIL, yakni ledakan proyektil di dekat Adchit Al Qusayr dan serangan IED terhadap kontingen Indonesia. Situasi yang tidak menentu ini memaksa seluruh pasukan penjaga perdamaian di wilayah tersebut untuk berada dalam posisi bertahan hingga penilaian keamanan lebih lanjut dikeluarkan oleh markas besar PBB.