Cuaca ekstrem kembali memicu gangguan perjalanan kereta api. Sebanyak 500 penumpang KA Ciremai relasi Semarang Tawang–Bandung terpaksa dievakuasi setelah rangkaian kereta terjebak material longsor di petak jalan Maswati–Sasaksaat, tepatnya di KM 142+8/9, Desa Mandalasari, Cikalongwetan, pada Rabu (1/4/2026).
Evakuasi Menggunakan Bus dan Alat Berat
Informasi mengenai insiden ini diterima oleh Pusdalopka Daop 2 Bandung pada pukul 14.53 WIB. Hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan tebing di sisi rel gugur dan menutup jalur lintasan.
Kapolsek Cikalongwetan, AKP Deden Indrajaya, memastikan bahwa seluruh penumpang dalam kondisi aman dan selamat. Guna melanjutkan perjalanan menuju Kota Kembang, petugas melakukan skema evakuasi estafet.
-
Langkah Pertama: Penumpang dialihkan menuju Stasiun Rende.
-
Langkah Kedua: Dari Stasiun Rende, perjalanan dilanjutkan menggunakan armada bus menuju Bandung.
Sementara itu, di lokasi kejadian, petugas PT KAI tengah berjuang membebaskan lokomotif yang tertahan material tanah menggunakan alat berat crane.
Permohonan Maaf dan Komitmen KAI
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pelanggan. Ia menegaskan bahwa penghentian perjalanan ini merupakan langkah pengamanan mutlak demi keselamatan jiwa.
“Kami mengupayakan penanganan secara maksimal agar jalur dapat segera kembali normal. Saat ini tim Tanggap Darurat sudah berada di lokasi untuk membersihkan material longsoran,” ujar Kuswardojo.
Jalur Maswati-Sasaksaat Lumpuh Sementara
Hingga berita ini diturunkan, jalur penghubung Maswati–Sasaksaat masih tertutup total dan tidak dapat dilalui oleh perjalanan kereta api lainnya. Petugas prasarana terus bersiaga di lapangan untuk mengantisipasi adanya potensi longsor susulan mengingat intensitas hujan yang masih tinggi di wilayah Jawa Barat.
Pihak KAI mengimbau para calon penumpang untuk terus memantau kanal resmi perusahaan guna mendapatkan informasi terkini mengenai perubahan jadwal atau pengalihan rute perjalanan.