JAKARTA — Sinergi antara Kementerian Agama dan Kementerian Haji kembali diperkuat melalui pertemuan strategis yang membahas kelanjutan aktivitas pendidikan siswa MAN Insan Cendekia Sumedang yang saat ini memanfaatkan fasilitas Asrama Haji Bekasi.
Pertemuan yang berlangsung pada Kamis (2/4/2026) ini menghadirkan Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i bersama Menteri Haji Mochammad Irfan Yusuf serta Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak.
Pertemuan inti untuk merumuskan langkah konkret di tengah tumpang tindih fungsi fasilitas.
Fokus utama pembahasan mengarah pada upaya menjaga keberlangsungan proses belajar siswa tanpa mengganggu peran utama Asrama Haji Bekasi sebagai pusat layanan jemaah haji yang bersifat vital dan berkelanjutan.
Wamenag menegaskan bahwa perlindungan hak pendidikan siswa menjadi prioritas yang tidak dapat ditawar meski berada di tengah dinamika operasional haji yang terus berjalan.
“Maksud kami adalah ingin mencari solusi konkret bagi keberlanjutan belajar anak-anak didik kita di sana.”
“Kami ingin memastikan pendidikan mereka tetap berjalan dengan baik, namun di sisi lain kami juga sangat memahami bahwa pelayanan haji di asrama tersebut harus tetap berjalan optimal tanpa terganggu oleh aktivitas sekolah,” tutur Wamenag, Kamis (2/4/2026).
Ia menambahkan bahwa koordinasi lintas kementerian ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara fungsi layanan publik dan kebutuhan pendidikan.
“Kami ingin mencari titik temu agar keduanya bisa berjalan beriringan,” tambahnya.
Di sisi lain, Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak merespons dengan komitmen untuk meninjau ulang status aset serta aspek teknis penggunaan fasilitas di Bekasi agar tidak menimbulkan konflik kepentingan.
“Terkait aset di Bekasi, kita akan periksa kembali data-datanya. Prinsipnya, pelayanan haji memang prioritas utama di sana, tapi hak pendidikan anak-anak kita juga tidak boleh terhenti. Kita cari jalan tengahnya,” ujar Dahnil.
Langkah konkret dari hasil pertemuan ini adalah pembentukan tim teknis lintas kementerian yang akan menjadi penghubung dalam pengambilan keputusan operasional di lapangan.
Tim tersebut diharapkan mampu mempercepat kepastian kebijakan sehingga aktivitas pendidikan siswa tetap berjalan tanpa mengganggu pelayanan jemaah haji yang menjadi prioritas nasional.
Wamenag juga menyampaikan apresiasi atas sikap terbuka Kementerian Haji dalam merespons persoalan ini secara kolaboratif dan solutif.
“Terima kasih atas keterbukaan Pak Menteri dan jajaran. Kami sangat menghargai ini.”
“Kami siap bersinergi dengan tim teknis, mungkin nanti koordinasinya melalui Pak Haris (Direktur di Kemenhaj) agar ada kepastian segera bagi anak-anak kita,” pungkas Romo Syafi’i.
Ke depan, kedua kementerian berkomitmen memperkuat koordinasi intensif guna memastikan dua kepentingan strategis ini dapat berjalan seimbang, yakni pelayanan optimal bagi jemaah haji dan keberlangsungan pendidikan siswa madrasah.***