Gelombang pertama penjualan tiket umum Piala Dunia 2026 baru saja dibuka, namun dunia sepak bola dibuat terperangah. FIFA secara resmi mematok harga hingga $10.990 (sekitar Rp175 juta) untuk kursi kategori satu di pertandingan final. Angka ini diyakini sebagai harga tiket masuk umum termahal dalam sejarah sepak bola.
Ironisnya, dalam buku penawaran (bid book), tuan rumah AS, Kanada, dan Meksiko awalnya menjanjikan harga maksimal tiket final hanya sebesar $1.550 (Rp24,7 juta). Kenyataannya? Harga melonjak tajam melalui sistem “Dynamic Pricing”, di mana harga berubah sewaktu-waktu tergantung tingginya permintaan.
Lonjakan Harga yang Drastis
Berdasarkan pantauan, harga tiket pada penjualan umum Rabu kemarin naik hingga 38% dibandingkan saat dirilis untuk klub suporter resmi Desember lalu. Berikut rincian kenaikannya:
-
Kategori 2: Naik 32% dari $5.575 menjadi $7.380 (Rp117 juta).
-
Kategori 3: Naik 38% dari $4.185 menjadi $5.785 (Rp92 juta).
Sistem harga “ghaib” ini dikritik tajam dan disebut sebagai “pengkhianatan monumental” terhadap para penggemar sepak bola akar rumput.
Drama Antrean Digital dan Masalah Teknis
Tim investigasi BBC Sport mencoba peruntungan dalam antrean tiket pada Rabu pukul 15.20 BST. Hasilnya? Sebuah kekacauan digital.
-
Glitch Teknis: Ribuan suporter terjebak dalam antrean salah yang dikhususkan untuk pemenang play-off. Setelah menyadari kesalahan sistem FIFA, mereka dipaksa mengulang antrean dari nol.
-
Antrean 6 Jam: Dibutuhkan waktu 6 jam 14 menit hanya untuk mengakses halaman pembelian.
-
Stok Menipis: Saat berhasil masuk, tiket untuk tim besar seperti Inggris, Skotlandia, dan laga fase gugur sudah ludes tak berbekas.
Laga Grup Seharga Mobil
Bukan hanya final, laga fase grup pun dibanderol fantastis. Tiket laga pembuka antara Meksiko vs Afrika Selatan dipatok $2.985 (Rp47,5 juta). Sementara bagi mereka yang berkantong tebal, paket hospitality mewah untuk laga Inggris vs Panama dijual seharga $124.800 (sekitar Rp1,9 miliar) untuk satu ruangan berisi 24 orang.
Kebijakan FIFA tahun ini juga menuai protes karena tidak memberikan tiket gratis bagi pendamping pengguna kursi roda. Para asisten diwajibkan membayar tiket dengan harga penuh, dan parahnya lagi, posisi duduk mereka belum tentu bisa berdampingan dengan sang pengguna kursi roda.
Bagi Anda yang belum mendapatkan tiket, platform resmi resale (penjualan kembali) FIFA akan dibuka kembali pada Kamis. Namun waspadalah, harga diperkirakan akan semakin melambung karena FIFA membebankan biaya admin sebesar 15% baik kepada penjual maupun pembeli.