Aksi ceroboh seorang penumpang Kereta Cepat Whoosh di Stasiun Padalarang mendadak viral dan menuai kecaman. Hanya karena barang tertinggal, ia nekat menahan pintu kereta yang sudah mulai menutup, sebuah tindakan yang tidak hanya berbahaya bagi diri sendiri tetapi juga mengacaukan perjalanan ratusan penumpang lainnya.
Sebuah video singkat yang diunggah akun resmi @keretacepat_id pada Kamis (9/4/2026) mendadak jadi buah bibir warganet. Video tersebut merekam aksi berbahaya seorang penumpang pria yang nekat menahan pintu Kereta Cepat Whoosh agar tidak menutup, padahal rangkaian kereta sudah bersiap meninggalkan Stasiun Padalarang menuju Halim, Jakarta.
Dalam rekaman tersebut, tampak penumpang yang mengenakan atasan putih dan celana abu-abu ini berdiri “terjepit” di celah pintu. Separuh badannya berada di dalam kereta, sementara kaki kanannya masih menapak kuat di peron untuk mencegah pintu otomatis menutup sempurna.
Hanya Gara-gara Barang Tertinggal
Alasan di balik aksi nekat ini ternyata sepele namun fatal: sang penumpang menyadari ada barang miliknya yang tertinggal di kursi peron saat pintu mulai menutup.
Pihak PT KCIC mengonfirmasi bahwa insiden ini terjadi pada Selasa (7/4) pagi. Akibat tindakan egois tersebut, sensor pada sistem pintu otomatis Whoosh mengalami gangguan teknis. Dampaknya tidak main-main, jadwal pemberangkatan yang seharusnya pukul 07.23 WIB terpaksa molor menjadi 07.25 WIB. Meski hanya dua menit, keterlambatan ini berdampak pada manajemen lalu lintas kereta cepat yang sangat ketat.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengecam keras tindakan tersebut. Ia menegaskan bahwa sistem pintu otomatis adalah komponen vital bagi keselamatan perjalanan kereta berkecepatan tinggi.
“Kami mengecam tindakan ini. Selain melanggar aturan, menahan pintu secara paksa berpotensi merusak sarana jangka panjang dan merugikan ratusan penumpang lain akibat keterlambatan,” tegas Eva, Jumat (10/4).
Penumpang yang bersangkutan telah diberikan teguran keras oleh petugas di lokasi. KCIC mengingatkan bahwa keamanan perjalanan adalah prioritas utama yang tidak boleh dikompromikan oleh kepentingan pribadi.
KCIC mengimbau seluruh penumpang untuk selalu memeriksa barang bawaan sebelum masuk ke dalam kereta. Jika memang ada barang yang tertinggal, penumpang dilarang keras mencoba menghambat keberangkatan kereta.
“Jika ada barang tertinggal, silakan berkoordinasi dengan petugas di dalam kereta. Kami memiliki sistem Lost and Found yang siap menangani hal tersebut secara profesional tanpa harus membahayakan nyawa atau operasional kereta,” pungkas Eva.