JAKARTA – Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Politik, Majid Takht-Ravanchi, menyatakan bahwa rencana 10 poin Iran telah disepakati sebagai dasar pembicaraan dengan Amerika Serikat.
Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan dengan para duta besar asing dan kepala misi diplomatik di Teheran, Jumat (10/4/2026), dikutip dari Tasmin.
Takht-Ravanchi menegaskan Iran menyambut baik diplomasi, tapi menolak dialog yang didasarkan pada informasi palsu atau dimaksudkan untuk membuka jalan bagi agresi militer baru. Ia memperingatkan bahwa Teheran tidak akan menerima gencatan senjata yang memungkinkan AS dan Israel mempersenjatai diri kembali untuk menyerang lagi.
Menurutnya, serangan AS-Israel terhadap Iran adalah “perang ilegal” dan angkatan bersenjata Iran telah memaksa kedua negara mengubah pandangan strategis mereka. Ia juga menekankan bahwa operasi pertahanan Iran hanya menargetkan pangkalan dan fasilitas militer AS di kawasan, bukan negara tetangga.
Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei menyerukan rakyat Iran untuk tetap waspada dan bertekad membalaskan dendam atas pembunuhan ayahnya, Ali Khamenei. Dalam pernyataan di media sosial, ia menegaskan tekad untuk melanjutkan perjuangan meski masa berkabung resmi telah berakhir.
Pernyataan ini menandakan bahwa dinamika politik internal Iran masih sangat dipengaruhi oleh pembunuhan mantan pemimpin tertinggi, bahkan ketika delegasi Iran bersiap menghadapi negosiasi dengan AS di Islamabad.