JAKARTA – Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez pada Jumat (10/4/2026) menyerukan Uni Eropa untuk menangguhkan perjanjian asosiasi dengan Israel, menyusul pengeboman berkelanjutan di Lebanon dan tindakan militer di Gaza.
“Kita tidak boleh membiarkan Gaza lainnya di Lebanon,” ujarnya, dikutip Agencia EFE, Sabtu (11/4/2026)
Sanchez menilai Israel telah melakukan “pelanggaran terang-terangan terhadap hukum humaniter internasional” dan menekankan bahwa perjanjian asosiasi UE–Israel yang berlaku sejak 2000 harus ditangguhkan demi konsistensi dan empati. “Spanyol siap mengambil langkah ini bersama banyak negara Eropa lainnya,” katanya.
Ia juga menyerukan pembentukan pasukan Eropa segera, sebagai respons atas ancaman Presiden AS Donald Trump untuk keluar dari NATO.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares turut mengecam serangan Israel di Lebanon, menyebut tingkat kekerasan dan pelanggaran hukum internasional yang dilakukan Israel “tidak dapat diterima.”
Pernyataan Sanchez muncul setelah PM Israel Benjamin Netanyahu menuding Spanyol melancarkan “perang diplomatik” terhadap Israel.
Menurut WHO dan lembaga kemanusiaan, serangan Israel di Lebanon sejak Kamis (9/4) telah menewaskan lebih dari 1.700 orang, melukai hampir 6.000 orang, dan memaksa lebih dari 1 juta warga mengungsi.