JAKARTA – Aktivitas seismik kembali terdeteksi di wilayah timur Indonesia saat gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,5 mengguncang Halmahera, Maluku Utara pada Rabu (29/4/2026) dini hari WIB.
Data real-time Badan, Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada 29 April 2026 pukul 02.59.09 WIB dengan pusat berada di koordinat 2,58 Lintang Utara dan 128,28 Bujur Timur.
Gempa ini memiliki kedalaman mencapai 183 kilometer yang menunjukkan karakter gempa dalam dengan potensi guncangan yang relatif tidak merusak namun tetap terasa di beberapa wilayah.
Pemantauan lanjutan menunjukkan serangkaian pembaruan parameter gempa terjadi dalam hitungan menit dengan magnitudo berkisar antara 3,97 hingga 4,54 berdasarkan analisis MLv dan metode lainnya.
Pembaruan data pada pukul 03.02 WIB mengindikasikan adanya peningkatan magnitudo menjadi 4,54 sebelum akhirnya dikonfirmasi stabil di angka 4,5.
Jumlah fase yang tercatat mencapai lebih dari 30 dengan kedalaman hingga 197 kilometer dalam pembaruan analisis lanjutan.
Status gempa telah dinyatakan terkonfirmasi oleh sistem pemantauan seismik resmi setelah melalui proses verifikasi data.
Lokasi pusat gempa berada di kawasan Halmahera yang dikenal sebagai wilayah aktif secara tektonik karena berada di pertemuan beberapa lempeng besar.
Hingga saat ini belum terdapat laporan kerusakan maupun korban akibat peristiwa tersebut.
Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan meski gempa dalam umumnya tidak memicu dampak signifikan.***