Demam Piala Dunia 2026 di Amerika Utara belum resmi berakhir, namun Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sudah mencuri panggung dengan ambisi politik-olahraganya yang meledak-ledak. Trump secara terang-terangan meminta Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) untuk kembali menunjuk AS sebagai tuan rumah Piala Dunia dalam waktu dekat—namun kali ini, tanpa berbagi panggung dengan negara tetangga.
Pernyataan blak-blakan itu dilontarkan Trump dalam acara resmi FIFA yang digelar di Trump Tower, New York, pada Jumat (17/7/2026) waktu setempat, tepat di depan hidung Presiden FIFA, Gianni Infantino.
“Anda harus memilih Amerika Serikat lagi. Tapi kali ini, kita tidak akan melibatkan Kanada dan Meksiko,” tegas Trump tanpa basa-basi, seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (18/7/2026).
Pada edisi 2026 ini, AS memang mendominasi dengan menggelar 78 dari total 104 pertandingan, termasuk menyapu bersih seluruh laga sejak babak perempat final hingga partai puncak. Trump dijadwalkan hadir langsung di Stadion New York New Jersey pada Minggu (19/7/2026) besok untuk menyaksikan laga final antara Spanyol dan Argentina.
Peta Peluang: Celah Aturan FIFA Buka Jalan untuk AS pada 2038
Meski kembali menjadi tuan rumah dalam kurun waktu 12 tahun terdengar tidak biasa secara historis, ambisi Trump sebenarnya memiliki dasar regulasi yang kuat akibat efek domino keputusan FIFA sebelumnya.
Piala Dunia 2030 akan dikepung oleh tiga benua sekaligus, yaitu Afrika (Maroko), Eropa (Spanyol & Portugal), dan Amerika Selatan (Uruguay, Argentina, & Paraguay). Piala Dunia 2034 sudah dipastikan jatuh ke tangan Arab Saudi (Benua Asia).
Berdasarkan aturan rotasi benua milik FIFA, jatah untuk Piala Dunia 2038 otomatis hanya menyisakan kawasan Amerika Utara dan Oseania yang memenuhi syarat. Celah regulasi inilah yang diincar Trump untuk kembali membawa turnamen sepak bola terbesar itu ke tanah Amerika.
Bahkan, Trump membocorkan bahwa Infantino sempat melempar ide liar untuk menduetkan dua kekuatan ekonomi dunia di masa depan. “Dia (Infantino) menghubungi saya untuk membahas kemungkinan AS dan China menjadi tuan rumah bersama di masa mendatang,” ungkap Trump.
Buka-Bukaan Soal Intervensi Kartu Merah Folarin Balogun
Bukan Donald Trump namanya jika tidak memicu kontroversi. Di hadapan media, ia juga mengonfirmasi rumor bahwa dirinya sempat mengintervensi FIFA terkait kartu merah yang diterima striker timnas AS, Folarin Balogun, saat melawan Bosnia-Herzegovina di babak 32 besar.
Secara mengejutkan, FIFA kala itu mengambil langkah langka dengan menangguhkan hukuman kartu merah Balogun agar sang striker bisa kembali merumput. Meskipun pada akhirnya AS tetap babak belur dihajar Belgia 1-4 di babak 16 besar, kelolosan tersebut tetap menjadi pencapaian terbaik AS sejak tahun 2002.
Trump pun memanfaatkan momen di Trump Tower untuk memberikan pujian satir kepada sang bos FIFA atas keputusan kontroversial tersebut.
“Anda kembali membuat keputusan yang hebat (soal Balogun). Dan Anda tahu, Anda tidak akan pernah mendapatkan apresiasi yang layak atas hal tersebut,” kelakar Trump kepada Infantino.