Daftar pembalap yang terkena penalti di Formula 1 Grand Prix Belgia kembali bertambah. Juara dunia dua kali, Fernando Alonso, menjadi pembalap terbaru yang dipastikan menerima penalti mundur posisi start akibat perombakan komponen mesin pada mobil Aston Martin miliknya.
Tim yang berbasis di Silverstone tersebut memutuskan untuk memasang komponen penyimpan energi (energy store) keempat, unit kontrol elektronik (control electronics) keempat, dan komponen pembantu mesin (power unit ancillary) keenam pada jet darat Alonso. Karena seluruh perubahan ini telah melampaui batas kuota maksimal musim 2026 yang diizinkan regulasi, penalti grid pun tidak terhindarkan.
Mengingat performa Aston Martin yang tergolong memprihatinkan sepanjang musim 2026 ini, hukuman tersebut diprediksi tidak akan terlalu mengubah peta posisi start Alonso di sirkuit Spa-Francorchamps pada hari Minggu nanti.
Korban Penalti Keempat di Akhir Pekan Ini
Alonso melengkapi daftar empat pembalap yang terkena sanksi serupa di Belgia. Berikut peta penalti para rival di Spa:
-
Lando Norris (McLaren): Sang juara dunia bertahan diganjar penalti mundur 10 posisi setelah menggunakan baterai keempat musim ini. Artinya, ia akan start maksimal dari posisi ke-11.
-
Lance Stroll (Aston Martin): Rekan setim Alonso ini memakai komponen MGU-K baru yang otomatis memicu penalti mundur 10 grid. Sama seperti Alonso, posisi kualifikasinya yang memang di papan bawah membuat penalti ini tidak terlalu terasa menyakitkan.
-
Isack Hadjar (Red Bull): Pembalap muda ini menerima sanksi paling berat setelah mengganti mesin (ICE), turbocharger, dan knalpot baru. Hadjar akan dipaksa start dari posisi paling buncit, kecuali Red Bull memilih untuk menerjunkannya langsung dari pitlane.
Aston Martin Pasrah, Tunggu Magis Mobil Spesifikasi-B
Bagi Aston Martin, akhir pekan di Belgia diprediksi akan berjalan sangat menyiksa. Tim sengaja menahan diri demi menunggu paket pembaruan besar-besaran lewat mobil berspesifikasi-B (B-spec car) yang baru akan diperkenalkan pada GP Hungaria mendatang.
Direktur Teknik Lapangan Aston Martin, Mike Krack, bersikap sangat realistis melihat performa compang-camping timnya di Spa.
“Hasil ini sesuai dengan ekspektasi kami. Kami tahu sirkuit ini mungkin akan menjadi yang paling sulit dari semuanya. Kami harus realistis karena jarak kami dengan tim depan cukup jauh. Peluang kami mendapat posisi hanyalah jika ada pembalap lain yang gugur (attrition), tidak ada hal besar yang bisa diperjuangkan dari segi kecepatan murni,” aku Mike Krack.
Meski demikian, Krack menegaskan timnya tidak kehilangan motivasi. “Kami harus tetap menyelesaikan pekerjaan rumah kami dan bersabar sampai mobil yang lebih cepat itu datang. Kami masih memiliki dua mobil di lintasan, kami akan memberikan yang terbaik, mengeksekusi strategi dengan baik, dan mengambil keputusan yang tepat,” pungkasnya.