Panggung Asian Games 2026 kembali menjadi saksi bisu dominasi lifter andalan Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah. Atlet asal Makassar berusia 25 tahun itu sukses mempersembahkan medali emas kedua bagi Kontingen Merah Putih usai tampil dominan di cabang olahraga angkat besi kelas 75kg, Sabtu (26/9/2026).
Menghadapi persaingan sengit dari lifter tangguh Thailand Weeraphon Wichuma dan atlet Korea Utara Chong Song Ri, Rahmat tampil dingin dan presisi.
Ia membukukan angkatan snatch terbaik sebesar 160kg serta angkatan clean and jerk fantastis 206kg, yang mengantarkannya merengkuh total angkatan 366kg. Capaian ini sekaligus menuntaskan target besar PB PABSI dan pemerintah Indonesia dalam menjaga tradisi emas angkat besi.
Prestasi bergengsi ini mempertegas status Rahmat sebagai raja angkat besi Asia. Pada edisi Asian Games sebelumnya di Hangzhou, ia juga sukses merebut podium tertinggi saat turun di kelas 73kg.
“Konsistensi Rahmat Erwin Abdullah mempertahankan gelar juara membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu lifter terbaik dunia di kelasnya.”
Trah Bintang dan Perjalanan Karier Gemilang
Darah atlet mengalir kental dalam diri Rahmat. Ia merupakan putra dari pasangan mantan lifter nasional, Erwin Abdullah dan Ami Asun Budiono. Di bawah tempaan langsung kedua orang tuanya sejak usia 15 tahun, bakat Rahmat terasah dengan sangat tajam hingga menembus panggung dunia.
Karier Rahmat melesat cepat sejak merebut emas di Kejuaraan Asia Junior 2019 di Pyongyang. Keberhasilan tersebut menjadi batu loncatan baginya untuk menembus Pelatnas utama hingga sukses membawa pulang medali perunggu pada Olimpiade 2020 Tokyo.
Masuk ke level senior pada 2021, Rahmat terus mengumpulkan koleksi gelar beruntun:
-
Kejuaraan Dunia: Juara dunia dua kali berturut-turut pada edisi 2021 dan 2022.
-
SEA Games: Merekam hat-trick medali emas pada edisi 2019, 2021, dan 2023.
-
Kejuaraan Asia: Mempertahankan takhta juara pada edisi 2024 dan 2025.
Buktikan Kualitas di Tengah Persaingan Ketat
Perjalanan karier Rahmat bukannya tanpa kerikil. Di internal Pelatnas, ia harus bersaing ketat dengan sesama lifter elite, Rizki Juniansyah, terutama dalam penentuan dan penyesuaian kelas tanding. Tantangan tersebut justru membentuk mentalitas bertanding Rahmat menjadi kian matang.
Keputusannya untuk naik dan tampil di kelas 75kg pada Asian Games 2026 terbukti berbuah manis. Kemenangan Rahmat menjadi medali emas kedua bagi Indonesia di ajang ini, melengkapi raihan emas pertama yang sebelumnya disumbangkan oleh tim bulutangkis beregu putra.