Nasib apes harus diterima pembalap Alpine, Franco Colapinto. Usai memicu insiden tabrakan berantai yang menyapu tiga mobil sekaligus di GP Azerbaijan, pembalap asal Argentina tersebut resmi dijatuhi sanksi hukuman penalti turun lima posisi (5-place grid penalty) pada gelaran GP Malaysia mendatang.
Malapetaka itu terjadi saat momen restart balapan penuh drama di Sirkuit Baku. Colapinto mengalami penguncian rem (lock-up) hingga meluncur tak terkendali lalu menghantam rekan setimnya, Pierre Gasly. Benturan keras tersebut melempar mobil Gasly hingga menabrak bintang McLaren, Lando Norris.
Seketika, ketiga mobil tersebut mengalami kerusakan parah dan terpaksa menyelesaiakan balapan lebih awal (DNF).
Pengawas balapan (stewards) semula menjatuhkan sanksi penalti waktu 10 detik. Namun, karena Colapinto gagal menyelesaikan balapan di Baku, regulasi FIA mengubah sanksi tersebut menjadi hukuman potong lima posisi dari hasil kualifikasi di seri berikutnya.
“Colapinto mengerem terlalu terlambat dan memasuki tikungan pertama dari sisi dalam dengan kecepatan tinggi tanpa kendali. Ia menghantam sisi kiri mobil Gasly, yang kemudian terdorong menabrak Norris hingga ketiga mobil hancur,” tegas pihak stewards dalam laporan resminya.
Stewards menyimpulkan Colapinto bertanggung jawab penuh atas kecelakaan tersebut tanpa ada faktor pemicu dari pembalap lain yang dapat memperringan sanksinya.
Kemarahan Lando Norris: “Harusnya Dilarang Membalap!”
Insiden gila di tikungan pertama itu memicu amarah besar dari juara dunia bertahan, Lando Norris. Norris yang menjadi korban keteledoran tersebut menyuarakan kekecewaan mendalam atas kehancuran mobilnya dan meminta FIA memberikan hukuman yang jauh lebih berat.
“Saya pikir FIA harus lebih tegas dan mulai memberikan hukuman larangan membalap (race ban) untuk tindakan teledor seperti ini,” berang Norris usai balapan.
Pembalap asal Inggris tersebut menyoroti kerugian materiil masif akibat seluruh komponen mobilnya yang hancur total dan tak lagi bisa dipakai.
“Semua komponen mobil saya sekarang berakhir di tempat sampah. Ini cuma bentuk kecerobohan yang sangat mahal. Menurut saya, gaya membalap seperti itu tidak layak berada di Formula 1. Jika Anda menyebabkan kecelakaan fatal saat restart, setidaknya Anda harus dilarang tampil dalam satu balapan,” pungkas Norris.