DUBAI — Penerbangan komersial Flydubai dengan nomor penerbangan FZ1073 yang menempuh rute Uni Emirat Arab (UEA) menuju Israel mendadak berubah menjadi drama menegangkan di udara, Kamis (1/10/2026). Pesawat jenis jet tersebut terpaksa mengalihkan rute dan mendarat darurat di Arab Saudi setelah diterpa dugaan upaya pembajakan yang melibatkan konflik antarpilot di dalam kokpit.
Berdasarkan pantauan data pelacakan penerbangan, anomali mulai terdeteksi sekitar pukul 05.21 GMT. Hanya dalam hitungan detik setelah sinyal darurat dikirimkan, pesawat dilaporkan mendadak anjlok secara drastis hingga lebih dari 14.000 kaki (sekitar 4.300 meter) dalam durasi kurang dari 30 detik.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam keterangannya mengonfirmasi bahwa insiden tersebut dipicu oleh aksi kekerasan di ruang kemudi. Salah seorang pilot diduga kuat menyerang rekannya menggunakan senjata tajam, kemudian mengintervensi kendali penerbangan dalam upaya sengaja untuk menjatuhkan pesawat.
Merespons potensi ancaman udara tersebut, militer Israel sempat mengerahkan jet tempur ke udara guna mengantisipasi kemungkinan pesawat sipil itu disalahgunakan untuk aksi pembakaran atau penyerangan yang berbahaya.
“Israel kini bersiap menghadapi potensi ancaman lain pascainsiden,” ujar Netanyahu tanpa merinci bentuk ancaman susulan yang dimaksud.
Awak Kapal Amankan Kokpit, Mendarat di Tabuk
Meski sempat mengalami guncangan dan penurunan ketinggian yang ekstrem, pihak maskapai Flydubai membenarkan adanya insiden keributan di dalam kokpit. Kendati demikian, Flydubai memastikan situasi mendesak tersebut berhasil dikendalikan oleh awak pesawat yang bertugas, sehingga seluruh penumpang dinyatakan selamat tanpa cedera.
Pesawat akhirnya berhasil diarahkan dan mendarat secara selamat di Bandara Internasional Prince Sultan bin Abdulaziz, Tabuk, Arab Saudi.
Stasiun televisi pemerintah Arab Saudi, Al Ekhbariya, melaporkan bahwa otoritas bandara setempat langsung melakukan evakuasi medis begitu pesawat menyentuh landasan. Kapten beserta kopilot yang mengalami luka-luka akibat penyerangan tersebut segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.
Identitas Korban Dikonfirmasi
Kedutaan Besar India di Arab Saudi mengonfirmasi bahwa kapten pesawat yang menjadi korban penikaman merupakan warga negara India bernama Smit Machchhar.
Pihak kedutaan memastikan Smit saat ini dalam kondisi stabil di rumah sakit Tabuk, sembari terus berkoordinasi secara intensif dengan otoritas Arab Saudi serta keluarga korban.
Hingga saat ini, otoritas penerbangan dan pihak berwenang belum merilis keterangan resmi terkait motif di balik penyerangan tersebut, maupun identitas pasti dari pelaku penikaman di dalam kokpit. Process investigasi lintas negara masih terus berjalan.